Perebutan Kursi Ketua PKB Jombang Memanas, Gus Salman hingga Ketua DPRD Masuk Bursa Kandidat
Namun, jalan menuju kursi ketua tidaklah mudah. Semua kandidat wajib melewati serangkaian tahapan seleksi ketat, termasuk uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang menjadi standar penilaian partai.
Subaidi menjelaskan, proses seleksi dimulai dengan Uji Kemampuan dan Kompetensi (UKK) yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026. Tes ini menggunakan pendekatan psikologi saintifik dan melibatkan lembaga profesional dari Universitas Malang.
“Hasil UKK akan dilaporkan ke DPW dan DPP, lalu dilanjutkan dengan tahap wawancara. Dari situ akan muncul skor yang menjadi dasar penentuan akhir oleh DPP,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi PKB, Daniel Johan, memastikan bahwa forum Muscab berlangsung lengkap dan dihadiri 21 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Jombang. Ia menilai forum ini tidak hanya menjadi ajang penjaringan calon, tetapi juga momentum konsolidasi partai.
“Forum menerima laporan pertanggungjawaban DPC dan juga menghasilkan nama-nama calon ketua, termasuk tambahan usulan dari peserta,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kontestasi, Muscab PKB Jombang juga merumuskan arah kebijakan strategis ke depan. Fokus utama partai tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, nelayan, hingga kesejahteraan santri.
Tak kalah penting, penguatan kaderisasi dan sinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU) juga menjadi prioritas, mengingat basis kultural PKB yang lekat dengan kalangan pesantren.
Dengan komposisi kandidat yang beragam—mulai dari petahana, legislator, hingga tokoh eksekutif—persaingan menuju kursi Ketua DPC PKB Jombang dipastikan akan berlangsung ketat. Publik pun kini menanti, siapa sosok yang akhirnya dipercaya membawa arah baru bagi PKB di Kota Santri tersebut.
Editor: Arif Ardliyanto