Suara Rektor Bergetar Saat Kukuhkan 2 Guru Besar yang Punya Jam Terbang Tinggi, Begini Pesannya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ada getaran berbeda dalam suara Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., saat berdiri di podium. Hari itu bukan sekadar seremoni akademik biasa. Bagi Harjo, momen tersebut adalah perjalanan emosional dari yang dulu hanya menyaksikan, kini menjadi sosok utama yang mengukuhkan dua guru besar baru.
Perasaan campur aduk itu muncul ketika ia resmi mengukuhkan Prof. Erni Puspanantasari Putri, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Prof. Drs. M. Sihab Ridwan, M.S., Ph.D., dalam sebuah prosesi khidmat di Ruang R. Soeparman Hadipranoto Grha Wiyata lantai sembilan.
“Dulu saya hanya duduk sebagai penonton saat pengukuhan guru besar. Sekarang, saya yang berdiri di sini. Ini bukan hal yang mudah,” ujarnya dengan suara bergetar.

Takdir memang membawa perubahan cepat dalam perjalanan kariernya. Setelah mantan rektor sebelumnya mengundurkan diri, Harjo dipercaya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan. Baru empat bulan menjabat, ia langsung dihadapkan pada momen penting yang penuh makna bagi institusi.
Pengukuhan ini bukan hanya tentang penambahan gelar akademik. Lebih dari itu, menjadi simbol harapan baru bagi Untag Surabaya dalam menghadapi tantangan global. Dengan tambahan dua profesor, jumlah guru besar di kampus tersebut kini mencapai 32 orang.
“Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus berkembang. Guru besar bukan hanya gelar, tetapi pemimpin dalam inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan,” tegas Harjo.
Salah satu sosok yang dikukuhkan, Prof. Sihab Ridwan, membawa cerita panjang dari perjalanan akademiknya hingga menempuh studi doktoral di Inggris. Dalam orasi ilmiahnya, ia menyoroti pentingnya strategi manajemen dalam memperkuat daya saing bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Keberhasilannya juga menjadi kebanggaan daerah asalnya. Bupati Sampang, H. Slamet Djunaidi, yang hadir dalam acara tersebut, tak menyembunyikan rasa harunya.
“Beliau adalah putra daerah yang menginspirasi. Semoga ilmunya membawa manfaat besar, tidak hanya untuk kampus, tetapi juga untuk daerah,” ucapnya.
Sementara itu, Prof. Erni Puspanantasari Putri tampil dengan fokus berbeda. Ia menekankan pentingnya penguatan industri berkelanjutan, terutama melalui pengembangan UMKM dan klaster industri di Indonesia. Baginya, masa depan industri nasional terletak pada keseimbangan antara inovasi, kinerja, dan keberlanjutan.
Perjalanan akademiknya pun tak kalah mengesankan, dengan puluhan publikasi ilmiah serta berbagai hibah penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah diraih.
Suasana pengukuhan terasa semakin hangat dengan kehadiran keluarga, kolega, dan sivitas akademika. Bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momen penuh kebanggaan, harapan, dan inspirasi.
Kini, dengan 32 profesor yang dimiliki, Untag Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Bukan hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan pemikiran, riset, dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Di balik toga dan gelar akademik itu, tersimpan cerita perjuangan, perubahan, dan harapan yang hari itu terasa begitu hidup di hati semua yang hadir.
Editor : Arif Ardliyanto