Volume Ekspor Alas Kaki Indonesia Tembus 601 Juta Pasang
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Industri alas kaki nasional kian menancapkan taringnya di pasar internasional. Berdasarkan data terbaru Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), nilai ekspor alas kaki Indonesia pada tahun 2025 sukses menyentuh angka USD 7,98 miliar, tumbuh signifikan 9,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, performa ekspor ini melonjak drastis hingga lebih dari 65 persen sepanjang periode 2020–2025. Tren positif ini membuktikan bahwa daya saing produk lokal semakin diakui secara global.
Ketua Umum Aprisindo, Anton J. Supit, menegaskan bahwa pencapaian ini mengukuhkan posisi Indonesia dalam jajaran elite industri persepatuan dunia.
“Indonesia kini berdiri sebagai eksportir alas kaki terbesar ketiga di dunia dengan total volume ekspor mencapai 601 juta pasang,” ujar Anton, Kamis (9/4/2026).
Amerika Serikat masih menjadi pasar utama dengan kontribusi sekitar 30 persen atau senilai USD 2,8 miliar pada 2025. Disusul Uni Eropa sebesar USD 1,76 miliar dan China sekitar USD 504 juta, serta lebih dari 130 negara tujuan ekspor lainnya.
Anton menambahkan, dinamika geopolitik perdagangan global, termasuk kebijakan tarif di Amerika Serikat, turut memicu perubahan rantai pasok industri alas kaki dunia. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat peran sebagai basis produksi utama bagi merek global.
Di sisi lain, peluang ekspansi pasar juga semakin terbuka melalui perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan ini diharapkan mampu memperluas akses pasar melalui penurunan hingga penghapusan tarif ke kawasan Eropa.
Sementara itu, ECV International bersama Aprisindo akan menggelar Indonesia Footwear Summit 2026 pada 13–15 April 2026 di Jakarta. Forum ini akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem industri alas kaki global.
Ketua Dewan Pembina Aprisindo, Eddy Widjanarko, mengatakan ajang tersebut bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat sourcing dan produksi alas kaki dunia.
Menurutnya, industri alas kaki nasional telah memiliki pengalaman panjang serta kemampuan teruji dalam memproduksi produk berkualitas global untuk berbagai merek internasional.
“Indonesia kini semakin diperhitungkan sebagai basis produksi penting, baik di kawasan berikat maupun non-berikat, termasuk pelaku UMKM dan IKM yang mampu menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, minat investasi dari perusahaan dan merek global terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring tren relokasi dan diversifikasi rantai pasok akibat perubahan geopolitik ekonomi.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional, mendorong peningkatan investasi, serta memperluas peluang perdagangan,” jelasnya.
Editor : Arif Ardliyanto