Tak Sekadar Jaga Keamanan, Industri Ini Kini Dituntut Melek Teknologi
Menurutnya, transformasi berbasis risiko melalui OSS merupakan langkah maju, tetapi tidak akan efektif tanpa kesiapan SDM dan pengawasan yang baik.
“Semua pihak harus punya komitmen menjaga standar operasional dan profesionalisme. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga soal keamanan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Dirbinmas Polda Jawa Timur, Kombespol Eko Santoso, mengingatkan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa kualitas manusia yang mengoperasikannya.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga pengamanan, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan.
“SDM tetap menjadi kunci. Jika kesejahteraan dan kompetensinya meningkat, maka kualitas layanan juga akan ikut naik,” ungkapnya.
Dukungan terhadap transformasi ini juga datang dari dunia usaha. Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Andik Dwi Putranto, menilai industri pengamanan memiliki peran strategis dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.
Menurutnya, kepastian regulasi dan penerapan teknologi akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap Jawa Timur.
“Industri pengamanan adalah bagian penting dari ekosistem bisnis. Jika sektor ini kuat, maka investor akan merasa lebih aman dan nyaman,” katanya.
Di tengah perubahan tersebut, digitalisasi menjadi kunci utama. Pemanfaatan data, sistem keamanan terintegrasi, hingga platform berbasis teknologi mulai menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.
Forum ini pun menghasilkan kesepakatan bersama untuk mendorong industri pengamanan di Jawa Timur menjadi lebih adaptif, profesional, dan berkelanjutan.
Bagi para pelaku usaha, ini bukan sekadar perubahan regulasi. Ini adalah titik balik—dari sistem konvensional menuju industri keamanan modern yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Dan bagi masyarakat, perubahan ini memberi harapan: bahwa rasa aman di masa depan akan dijaga oleh sistem yang lebih cerdas, manusia yang lebih kompeten, dan industri yang lebih siap menghadapi tantangan zaman.
Editor : Arif Ardliyanto