get app
inews
Aa Text
Read Next : Tren Fashion Mewah Meningkat di Surabaya, Toko Ini Garap Pasar Brand Luxury Dengan Koleksi Premium

Vape Tak Lagi Aman, DPRD Jatim Ungkap Kandungan Berbahaya hingga Narkotika

Kamis, 16 April 2026 | 13:17 WIB
header img
Anggapan vape lebih aman mulai terbantahkan. DPRD Jatim mengungkap adanya kandungan berbahaya hingga narkotika dalam liquid. (Foto tangkap layar).

Dorongan pelarangan vape tidak hanya datang dari kalangan legislatif. Sejumlah ulama juga ikut menyuarakan keprihatinan. Majelis Ulama Indonesia (MUI), termasuk ulama muda dari Madura, menilai penggunaan vape bertentangan dengan prinsip menjaga keselamatan jiwa dalam ajaran Islam.

Dari sisi global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah lebih dulu mengingatkan bahaya vape, terutama varian berperisa yang banyak diminati remaja. Data menunjukkan peningkatan penggunaan pada anak usia 13 hingga 15 tahun.

Tak hanya itu, kandungan kimia dalam liquid vape seperti formaldehida dan asetaldehida diketahui berpotensi memicu kanker serta gangguan kesehatan serius lainnya.

Selama ini, vape sering dipromosikan sebagai alternatif yang lebih aman dibanding rokok konvensional. Namun anggapan tersebut kini mulai dipertanyakan.

Menurut Indri, risiko kecanduan tetap ada, bahkan bisa berdampak pada kesehatan paru-paru dan jantung.

“Vape bukan hanya soal gaya hidup. Ini sudah menjadi potensi ancaman serius karena bisa disalahgunakan sebagai media konsumsi narkotika,” ujarnya.

Fenomena meningkatnya penggunaan vape di kalangan remaja, termasuk di wilayah Madura, semakin memperkuat kekhawatiran tersebut. BNN pun menemukan adanya praktik penggunaan vape sebagai alat konsumsi narkoba.

Sejumlah negara telah mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan vape, seperti Singapura, Thailand, India, hingga Brasil. Kebijakan itu diambil demi melindungi masyarakat dari dampak kesehatan dan potensi penyalahgunaan zat berbahaya.

Dengan berbagai temuan yang ada, desakan pelarangan vape di Indonesia kini semakin sulit diabaikan. Di balik popularitasnya, vape menyimpan ancaman yang bisa merusak masa depan generasi muda jika tidak segera ditangani.

Jika tidak ada langkah tegas, bukan tidak mungkin tren yang terlihat “keren” hari ini justru menjadi ancaman besar bagi kesehatan dan keselamatan di masa depan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut