Inspiratif! Gerakan Kelola Sampah Berbasis Komunitas Sabet Penghargaan PWI Jatim, Ini Sosok Tokohnya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Jawa Timur terasa berbeda. Di tengah gemerlap acara yang digelar di Dyandra Convention Center, perhatian publik justru tertuju pada sosok sederhana yang selama ini bekerja senyap di tengah masyarakat.
Ia dianugerahi PWI Jatim Award 2026 sebagai Tokoh Pegiat Lingkungan, sebuah penghargaan yang tak sekadar simbolik, melainkan pengakuan atas kerja panjangnya membangun kesadaran lingkungan dari akar rumput.
Bagi Edi, perubahan besar tidak lahir dari ruang rapat atau konsep besar di atas kertas. Ia memulainya dari lingkungan terdekat: kampung.
Melalui Kampung Edukasi Sampah, Edi mengajak warga memahami persoalan lingkungan dengan cara sederhana dan membumi. Di sana, masyarakat tidak hanya diajak memilah sampah, tetapi juga memahami bagaimana limbah bisa bernilai ekonomi.
Setiap sudut kampung menjadi ruang belajar. Anak-anak, ibu rumah tangga, hingga pelajar dan institusi datang silih berganti untuk melihat langsung praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Tak kurang dari 3.000 orang setiap tahun mendapatkan edukasi langsung. Mereka belajar tentang pemilahan sampah, pengolahan limbah, hingga konsep ekonomi sirkular yang kini mulai menjadi perhatian global.
Saat menerima penghargaan, Edi tidak menempatkan dirinya sebagai tokoh utama. Ia justru menegaskan bahwa capaian tersebut adalah hasil kerja bersama.
“Penghargaan ini milik bersama. Ini gerakan warga, dari warga, dan untuk warga. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto