Dua Kampus di Surabaya Ini Putuskan Kolaborasi, Fokus Perkuat Riset dan Pengabdian Masyarakat
Senada dengan itu, Rektor UAB Surabaya, Dr. Untung Lasiyono, M.Si., menyebut kolaborasi antar perguruan tinggi sebagai sebuah keniscayaan.
“Kami sangat antusias. Ini bukan hanya kerja sama biasa, tapi peluang untuk melahirkan program inovatif, terutama riset bersama yang selama ini belum maksimal dilakukan antar kampus swasta,” katanya.
Fokus utama kerja sama ini memang terletak pada penelitian kolaboratif. Nantinya, dosen dan mahasiswa dari kedua kampus akan didorong untuk menyusun proposal riset bersama, baik melalui pendanaan mandiri maupun hibah dari pemerintah dan industri.
Tak hanya itu, hasil penelitian juga akan dipublikasikan secara bersama di jurnal nasional terakreditasi hingga jurnal internasional bereputasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas akademik sekaligus reputasi kedua institusi.
Kolaborasi juga menyentuh aspek teknis. Program visiting researcher, pemanfaatan bersama fasilitas laboratorium, hingga forum ilmiah rutin akan menjadi bagian dari implementasi kerja sama ini.
Menariknya, kerja sama ini tidak berhenti di ranah akademik. Kedua kampus juga berkomitmen memperkuat pengabdian kepada masyarakat berbasis riset, khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Artinya, inovasi yang lahir dari kampus diharapkan bisa langsung menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Bagi UWP, kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen. Target konkret sudah disiapkan.
“Kami tidak ingin ini hanya seremoni. Minimal akan ada tiga proposal penelitian kolaboratif yang diajukan ke Kementerian dalam waktu dekat,” tegas Dr. Budi Endarto.
Acara penandatanganan MoU ini turut disaksikan jajaran wakil rektor dan dosen dari kedua universitas. Diskusi singkat yang berlangsung setelah seremoni pun membuka berbagai peluang riset unggulan yang bisa segera digarap bersama.
Langkah UWP dan UAB ini menjadi gambaran bagaimana kampus mulai bergerak dari sekadar pusat ilmu menjadi agen perubahan. Ketika kolaborasi terbangun, bukan hanya kualitas lulusan yang meningkat, tetapi juga kontribusi nyata perguruan tinggi bagi pembangunan masyarakat.
Dari ruang kelas hingga kehidupan nyata, riset kini tak lagi berhenti sebagai teori—melainkan solus
Editor : Arif Ardliyanto