Kartini di Balik Dermaga: Cerita Perempuan TPS Surabaya Menjaga Profesionalisme dan Percaya Diri
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Semangat Kartini tak hanya hidup di ruang kelas atau panggung seremoni. Di tengah hiruk pikuk aktivitas logistik, nilai-nilai perjuangan perempuan justru tumbuh kuat di lingkungan kerja. Hal inilah yang tampak dalam peringatan Hari Kartini di Terminal Petikemas Surabaya (TPS), yang dikemas lebih hangat, personal, dan penuh makna.
Sebanyak 50 pekerja perempuan TPS berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Cantiknya Kartini TPS”. Bukan sekadar perayaan, momen ini menjadi ruang berbagi cerita, pengalaman, sekaligus refleksi tentang peran perempuan di tengah tuntutan profesional yang terus berkembang.
Di balik aktivitasnya yang padat, para perempuan ini menjalankan banyak peran. Mereka bukan hanya pekerja, tetapi juga pemimpin tim, rekan kerja yang suportif, hingga sosok inspiratif di lingkungan sekitarnya. Dalam keseharian, mereka menunjukkan bahwa perempuan mampu hadir secara utuh—bekerja dengan tanggung jawab, berkomunikasi dengan percaya diri, dan memberi dampak positif.

Semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” terasa begitu dekat. Bukan lagi sekadar kutipan sejarah, tetapi menjadi napas dalam setiap langkah para Kartini TPS. Mereka membuktikan bahwa keberanian tak selalu lantang, melainkan bisa hadir dalam konsistensi, ketenangan, dan keteguhan menjalani peran.
Salah satu aktivitas yang menarik perhatian adalah sesi pengasahan keterampilan merias diri. Sekilas sederhana, namun memiliki makna mendalam. Bagi para peserta, merias diri bukan hanya soal penampilan, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri sekaligus bagian dari profesionalisme dalam berinteraksi.
“Kadang hal kecil seperti ini justru membuat kita lebih percaya diri saat bertemu banyak orang,” ujar salah satu peserta dengan senyum hangat.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Palupi, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini di lingkungan kerja tidak boleh berhenti pada simbol semata. Lebih dari itu, harus menjadi refleksi nilai yang relevan dengan dunia profesional saat ini.
Editor : Arif Ardliyanto