get app
inews
Aa Text
Read Next : Terminal Petikemas Nilam Kedatangan Crane Listrik Modern dari China, Kapasitas 40 Ton

Uji Emisi Digelar, 100 Truk Peti Kemas di Pelabuhan Surabaya Jadi Sasaran Pemeriksaan

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 12:38 WIB
header img
Sebanyak 100 truk peti kemas di dua pelabuhan Surabaya menjalani uji emisi. Program Merdeka dari Emisi menyasar kondisi mesin dan gas buang kendaraan logistik. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kondisi emisi kendaraan angkutan peti kemas yang beroperasi di kawasan pelabuhan Surabaya mulai diperiksa. Sebanyak 100 unit truk peti kemas menjadi sasaran pengujian untuk memastikan kendaraan yang menopang aktivitas logistik tersebut tetap memenuhi standar emisi yang dipersyaratkan.

Program bertajuk “Merdeka dari Emisi” ini digelar Pelindo Terminal Petikemas (PTP) bersama Pelindo Regional 3 dengan melibatkan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Pengujian dilakukan di dua terminal, yakni Terminal Teluk Lamong (TTL) dan Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

Pemeriksaan pertama berlangsung di Terminal Teluk Lamong pada 13 Agustus 2026. Selanjutnya, pengujian dijadwalkan berlangsung di Terminal Petikemas Surabaya pada 18 Agustus 2026.


Sebanyak 100 truk peti kemas di dua pelabuhan Surabaya menjalani uji emisi. Program Merdeka dari Emisi menyasar kondisi mesin dan gas buang kendaraan logistik. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Pengujian tidak hanya bertujuan mengukur kadar emisi yang dihasilkan kendaraan. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui kondisi teknis kendaraan sekaligus mengidentifikasi truk yang membutuhkan perawatan atau perbaikan pada mesin maupun sistem pengendalian emisinya.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan hasil pengujian diharapkan memberikan gambaran mengenai kondisi emisi kendaraan angkutan peti kemas yang beroperasi di kawasan terminal.

“Pengujian dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi emisi gas buang kendaraan berdasarkan parameter yang dipersyaratkan, sekaligus mengidentifikasi kendaraan yang memerlukan tindakan pemeliharaan atau perbaikan pada sistem mesin dan sistem pengendalian emisinya,” kata Widyaswendra.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut