Mahasiswa ITS Belajar Strategi Kualitas Layanan, TPS Pamer Pengelolaan Manajemen Pelabuhan Modern
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dunia industri tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga pemahaman langsung terhadap praktik di lapangan. Hal itulah yang mendorong puluhan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengunjungi Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk mempelajari penerapan sistem manajemen mutu berstandar internasional ISO 9001:2015 dalam operasional pelabuhan modern.
Sebanyak 94 mahasiswa Program Studi Statistika Bisnis Fakultas Vokasi ITS bersama tiga dosen pendamping mengikuti kunjungan edukatif yang berlangsung di area operasional TPS. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana standar mutu internasional diterapkan dalam mendukung layanan logistik dan kepelabuhanan yang efisien.
Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai implementasi ISO 9001:2015, mulai dari pengelolaan organisasi, kepemimpinan, manajemen risiko, evaluasi kinerja hingga strategi peningkatan layanan secara berkelanjutan.
ISO 9001:2015 sendiri merupakan standar internasional yang digunakan berbagai perusahaan untuk memastikan proses bisnis berjalan secara terstruktur, konsisten, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. Standar ini juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan budaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan kerja.
TPS sebagai salah satu terminal petikemas terbesar di Indonesia telah mengintegrasikan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 ke seluruh proses bisnis utama perusahaan. Penerapan standar tersebut mencakup aktivitas bongkar muat peti kemas, layanan receiving dan delivery, pelayanan Less than Container Load (LCL), hingga fasilitas pemeriksaan bea cukai dan karantina.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menjelaskan bahwa konsistensi kualitas layanan di TPS didukung oleh pemanfaatan teknologi digital yang terus dikembangkan.
"Untuk menjamin kualitas layanan secara konsisten, penerapan standar mutu di TPS diperkuat dengan integrasi teknologi modern dalam berbagai proses operasional," ujar Erika.
Editor : Arif Ardliyanto