Produsen Makanan Ini Putuskan Ekspansif di Tengah Tekanan Global, Targetkan Penjualan Naik 10 Persen
Tak hanya mengandalkan pasar domestik, Sekar Laut juga mulai menggarap pasar ekspor secara lebih serius. Saat ini, sekitar 85 persen penjualan masih diserap pasar dalam negeri, sementara 15 persen berasal dari ekspor.
“Kami terus mencari peluang untuk meningkatkan kontribusi ekspor, meski pasar domestik masih menjadi tulang punggung,” jelas Jimmy.
Di sisi lain, Direktur Sekar Laut, John C. Gozal, mengakui bahwa tantangan sepanjang 2025 cukup kompleks. Mulai dari daya beli masyarakat yang melemah, kenaikan suku bunga, hingga tekanan geopolitik global.
Persaingan industri juga semakin ketat dengan masuknya produk impor ke pasar dalam negeri. Selain itu, fluktuasi harga bahan baku dan gangguan pasokan akibat faktor cuaca turut menjadi tantangan tersendiri.
Meski demikian, perusahaan tetap fokus memperluas jangkauan pemasaran, baik di dalam maupun luar Pulau Jawa, serta meningkatkan penetrasi pasar ekspor.
“Kami tetap optimistis target pertumbuhan dapat tercapai dengan menjaga distribusi dan kualitas produk,” tegas John.
Ke depan, Sekar Laut melihat peluang besar pada segmen makanan praktis dan higienis yang semakin diminati masyarakat modern. Inovasi produk dan strategi pemasaran akan terus diperkuat untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan strategi tersebut, Sekar Laut berharap mampu mempertahankan momentum positif sekaligus memperkuat posisinya di industri makanan nasional.
Editor : Arif Ardliyanto