Sistem Pembelajaran ITICM Sidoarjo Dibenahi, Ini Hasilnya
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sidoarjo terus diperkuat. Kali ini, langkah konkret dilakukan melalui komitmen bersama antara Yayasan Yatim Mandiri dan Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) untuk membenahi tata kelola lembaga serta kualitas akademik secara menyeluruh.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Kampus Kemandirian Sidoarjo dan menjadi pijakan awal dalam memperbaiki sistem pendidikan yang berkelanjutan. Komitmen ini sekaligus menegaskan tanggung jawab kedua pihak dalam menjaga stabilitas proses belajar mengajar di lingkungan kampus.
Dalam dokumen resmi yang disepakati, disebutkan bahwa hak tenaga pendidik selama ini telah diberikan secara rutin setiap bulan. Meski demikian, pihak yayasan mengakui masih terdapat sejumlah kendala operasional, salah satunya belum optimalnya sistem Learning Management System (LMS) yang menjadi penunjang pembelajaran.
Sebagai respons, sejumlah langkah strategis langsung disusun. Fokus pembenahan tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga mencakup tata kelola sumber daya manusia (SDM) serta transparansi keuangan.
Human Capital Yayasan Yatim Mandiri, Yuwan Ebit Saputro, menegaskan bahwa penguatan sistem internal menjadi prioritas utama dalam tahap perbaikan ini.
Menurutnya, pengelolaan operasional, keuangan, dan SDM akan dipusatkan di bawah kendali yayasan untuk memastikan kontrol kualitas berjalan lebih efektif. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Sejumlah langkah konkret yang akan segera dijalankan meliputi pemulihan sistem pembelajaran dengan mengaktifkan kembali LMS agar kegiatan akademik dapat berjalan optimal, baik secara daring maupun luring. Selain itu, lembaga juga akan melakukan audit internal yang mencakup kinerja SDM, kondisi keuangan, hingga operasional kampus.
Evaluasi terhadap dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian penting dalam proses ini. Penilaian akan dilakukan secara objektif sesuai regulasi yang berlaku, sekaligus memastikan seluruh hak tenaga pendidik terpenuhi dengan baik.
Di sisi lain, transparansi informasi turut diperkuat. Laporan operasional dan administrasi pendidikan akan disampaikan secara menyeluruh kepada pihak yayasan guna meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas.
Tak hanya pihak kampus dan yayasan, mahasiswa juga dilibatkan dalam proses pembenahan ini. Perwakilan mahasiswa menyatakan siap mendukung perbaikan dengan menjaga kondusivitas lingkungan akademik serta aktif mengikuti kegiatan pembelajaran.
Mereka juga berkomitmen menyampaikan aspirasi melalui jalur yang konstruktif dan bertanggung jawab sebagai bagian dari penguatan komunikasi di lingkungan kampus.
Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi peningkatan kualitas pendidikan di ITICM Sidoarjo, dengan sistem yang lebih tertata, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Editor : Arif Ardliyanto