Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Sekadar Kelola Dana Umat, MUI Jatim Siapkan Gebrakan Baru untuk UMKM dan Ekonomi Pesantren
Advertisement . Scroll to see content

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, MUI Jatim Ingatkan Bahaya Pesimisme di Tengah Ketidakpastian Global

Selasa, 16 Juni 2026 | 07:07 WIB
  • author Hendro Djatmiko
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, MUI Jatim Ingatkan Bahaya Pesimisme di Tengah Ketidakpastian Global
MUI Jawa Timur menggelar Doa untuk Negeri pada Malam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan ini mengajak masyarakat menjaga optimisme, memperkuat ikhtiar, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur untuk mengajak masyarakat memperkuat doa, optimisme, dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan bertajuk “Doa untuk Negeri”, MUI Jatim menggelar doa bersama yang dipusatkan di Surabaya, Senin (15/6/2026), sebagai ikhtiar spiritual menghadapi berbagai tantangan bangsa dan dunia.

Mengusung tema “Membangun Optimisme Kenegaraan demi Terwujudnya Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan semangat masyarakat dalam menyambut tahun baru Islam. Acara dihadiri tokoh agama, masyarakat, serta berbagai elemen yang turut mendoakan keselamatan dan kemajuan Indonesia.

Ketua Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur, KH Miftah Jauhari, menegaskan bahwa doa merupakan kekuatan penting yang harus terus dijaga oleh umat Islam, terutama di tengah ketidakpastian global yang saat ini melanda berbagai negara.


MUI Jawa Timur menggelar Doa untuk Negeri pada Malam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan ini mengajak masyarakat menjaga optimisme, memperkuat ikhtiar, dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi di tingkat nasional maupun internasional kerap menimbulkan rasa khawatir dan pesimisme di tengah masyarakat. Karena itu, momentum Tahun Baru Islam harus dijadikan sarana untuk memperkuat keyakinan dan harapan kepada Allah SWT.

“Banyak kondisi yang membuat masyarakat merasa khawatir terhadap masa depan. Karena itu, kita terus berdoa kepada Allah SWT agar tidak terjebak dalam sikap pesimis dan tetap memiliki harapan yang kuat untuk bangsa ini,” ujar KH Miftah Jauhari.

Ia menambahkan, optimisme tidak cukup hanya diwujudkan melalui harapan semata, tetapi juga harus dibarengi dengan ikhtiar nyata dalam kehidupan sehari-hari. Doa dan usaha harus berjalan beriringan agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut