Tak Sekadar Hobi, Gen Z Kediri Raup Peluang Cuan dari Tanaman Hias Lewat Strategi Digital Marketing
KEDIRI, iNewsSurabaya.id – Tren tanaman hias yang semakin diminati kalangan muda membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan. Melihat potensi tersebut, Universitas Telkom Surabaya menggelar pelatihan pemasaran digital berbasis Instagram bagi pelaku usaha florikultura di Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kemampuan promosi dan daya saing usaha di era digital.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Pengelolaan Website sebagai Media Promosi dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Kompetensi SDM Pelaku Usaha” ini berlangsung di Dusun Wonorejo, Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Sabtu (13/6/2026). Pelatihan diikuti sembilan anggota UKM Florikultura Nabila Anggrek Mawar Garden yang mayoritas merupakan generasi muda pecinta tanaman hias.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Telkom Surabaya, Dr. M. Bambang Agus Sumantri, S.IP., M.M., mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran berbagai sektor usaha, termasuk bisnis florikultura yang saat ini memiliki pasar cukup luas.
“Melalui pembentukan komunitas florikultura, aktivitas menanam tanaman hias tidak hanya menjadi hobi semata, tetapi juga dapat berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan dan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Bambang.

Menurutnya, tingginya minat Generasi Z terhadap budidaya tanaman hias seperti anggrek dan mawar perlu diarahkan menjadi aktivitas produktif yang berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah memperkuat kemampuan pemasaran digital melalui media sosial.
Bambang menjelaskan, Instagram dipilih sebagai fokus pelatihan karena memiliki karakter visual yang sangat mendukung promosi produk tanaman hias. Platform tersebut memungkinkan pelaku usaha menampilkan katalog produk, membangun kepercayaan pelanggan melalui testimoni, hingga memberikan edukasi mengenai perawatan tanaman.
“Instagram menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan produk florikultura kepada pasar yang lebih luas. Fitur-fitur yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membangun interaksi sekaligus meningkatkan potensi penjualan,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari strategi penyusunan konten bisnis, pembuatan feed Instagram yang menarik, pemanfaatan fitur story dan reels, hingga teknik membuat katalog produk digital. Selain itu, peserta juga dilatih membuat konten edukatif yang mampu meningkatkan engagement calon konsumen.
Editor: Arif Ardliyanto