Tak Sekadar Hobi, Gen Z Kediri Raup Peluang Cuan dari Tanaman Hias Lewat Strategi Digital Marketing
Tidak hanya teori, para peserta juga mengikuti praktik langsung berupa pengambilan foto produk tanaman hias, penyusunan caption yang menarik, penggunaan hashtag yang relevan, serta penyusunan call to action yang efektif untuk mendorong interaksi dan transaksi penjualan.
“Peserta kami ajak melakukan simulasi unggah konten secara langsung agar mereka memahami proses pemasaran digital secara menyeluruh dan dapat menerapkannya dalam kegiatan usaha sehari-hari,” jelas Bambang.
Ia menambahkan, penguatan literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
“Melalui kegiatan ini, UKM Florikultura Nabila Anggrek Mawar Garden diharapkan mampu mengoptimalkan Instagram sebagai sarana promosi yang efektif, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing usaha florikultura di era digital,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang berharap komunitas pecinta tanaman hias yang didominasi Generasi Z dapat menjadi motor penggerak lahirnya pelaku usaha muda yang kreatif dan inovatif.
“Kami berharap komunitas ini menjadi wadah berkembangnya wirausaha muda yang mampu memanfaatkan teknologi digital. Tanaman hias tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya.
Program pengabdian ini melibatkan tim yang terdiri dari Dr. M. Bambang Agus Sumantri, S.IP., M.M., Dr. N. Azizia Gia Mutiarasari, S.M., MBA, Titus Kristanto, A.Md., S.Kom., M.Kom., dan Sekar Widyasari Putri, S.A.B., M.Si.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan respons positif dari seluruh peserta. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada sembilan responden, tingkat kepuasan peserta mencapai 88,89 persen. Mereka menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan usaha saat ini, mudah dipahami, dan memiliki manfaat nyata dalam meningkatkan kemampuan pemasaran digital.
Para peserta juga berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan guna mendukung transformasi digital UMKM di Kabupaten Kediri, khususnya sektor florikultura yang memiliki prospek pasar menjanjikan di masa depan.
Editor: Arif Ardliyanto