Gen Z Surabaya Dicetak Jadi Penggerak Ekonomi Kampung, Modal Rp5 Juta per Bulan Disiapkan!
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menggenjot penguatan ekonomi berbasis masyarakat dengan melibatkan generasi muda. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turun langsung menyapa warga dalam forum Kampung Pancasila di Balai RW 7 Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Sabtu (2/5/2026) malam.
Dalam suasana dialog terbuka, Eri bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah (PD) mengupas berbagai ide dan persoalan warga. Fokus utamanya jelas: mendorong kemandirian ekonomi kampung dengan melibatkan peran aktif Gen Z.
Salah satu gagasan yang mencuri perhatian adalah penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kebutuhan warga. Eri mendorong anak-anak muda untuk melakukan pendataan kebutuhan pokok setiap rumah tangga. Data tersebut nantinya menjadi dasar bagi Gen Z untuk menjalankan usaha sebagai pemasok bahan pokok bagi toko kelontong di lingkungan mereka.
“Anak-anak muda ini nanti yang kulakan barang untuk toko kelontong. Tapi ingat, harganya harus bisa bersaing dengan toko modern,” tegas Eri.
Tak hanya ide, Pemkot Surabaya juga menyiapkan dukungan nyata berupa permodalan awal. Setiap kelompok Gen Z akan mendapat suntikan dana Rp5 juta per bulan untuk memutar roda usaha tersebut.
“Modal ini harus dimanfaatkan dengan baik. Kalau dikelola serius, perputaran ekonominya besar dan warga bisa lebih sejahtera,” ujarnya.
Selain sektor ekonomi, Eri juga menekankan pentingnya solidaritas sosial. Ia mengingatkan agar bantuan sosial yang dihimpun warga tetap diprioritaskan untuk lingkungan sekitar.
“Kalau ada rezeki, lihat dulu tetangga terdekat yang membutuhkan,” pesannya.
Di sisi lain, perhatian Pemkot juga menyasar pengembangan ruang publik. Usulan perbaikan Taman Jangkar langsung disetujui. Eri bahkan merancang taman tersebut menjadi pusat aktivitas UMKM warga setempat.
“Nanti taman diperbaiki, tapi yang berjualan harus warga sini. Bukan pedagang luar,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi prioritas. Pemkot siap memberikan pelatihan multimedia bagi Gen Z agar mereka memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Pelatihan harus tepat sasaran. Jangan sampai alat sudah ada tapi tidak dimanfaatkan karena tidak ada keahlian,” katanya.
Eri juga menyinggung isu lingkungan yang tak kalah penting. Ia mengajak generasi muda menjadi motor penggerak dalam kebiasaan memilah sampah rumah tangga.
“Sampah plastik itu punya nilai ekonomi. Kalau dipilah dengan benar, bisa jadi sumber penghasilan,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, Camat Jambangan diminta segera berkoordinasi dengan warga dan Gen Z untuk merampungkan pendataan dalam waktu maksimal dua minggu. Setelah itu, anggaran akan langsung digulirkan.
“Kami tunggu datanya. Kalau sudah siap, bantuan langsung kami turunkan,” pungkas Eri.
Program ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Surabaya dalam membangun ekonomi dari tingkat paling bawah, dengan menjadikan anak muda sebagai ujung tombak perubahan di lingkungan mereka sendiri.
Editor : Arif Ardliyanto