Pawai Motor Listrik Hardiknas 2026 Gegerkan Surabaya, Puluhan SMK Pamer Inovasi Keren
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jawa Timur berlangsung meriah dengan gelaran pawai motor listrik yang dipusatkan di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk karya puluhan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan berbasis konversi energi listrik.
Pawai dimulai dari halaman Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kemudian bergerak menuju Jalan Gubernur Suryo dan berakhir di sekitar Gedung Negara Grahadi. Di titik akhir, puluhan motor listrik hasil karya siswa dipamerkan di sepanjang Jalan Gubernur Suryo hingga area Taman Apsari, sehingga masyarakat dapat melihat langsung inovasi teknologi yang dikembangkan pelajar SMK.
Kepala SMK Wijaya Putra Surabaya, Sugeng, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapan SMK dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
“Pawai motor listrik ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bukti nyata bahwa siswa SMK mampu berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan. Kami di SMK Wijaya Putra Surabaya bahkan telah menjadi pusat rujukan konversi kendaraan listrik di Surabaya,” ujar Sugeng.

Ia menambahkan, pihaknya mengirimkan enam unit kendaraan hasil konversi sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program pemerintah terkait elektrifikasi kendaraan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa masa depan industri otomotif akan mengarah pada energi terbarukan. SMK harus mampu menjawab tantangan tersebut dengan mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja,” tambahnya.
Sebagai pelopor konversi motor listrik di Surabaya, SMK Wijaya Putra turut menginspirasi sekolah lain untuk mengembangkan teknologi serupa. Hal ini terlihat dari partisipasi berbagai SMK dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Blitar, Malang, Sidoarjo, Kediri, Gresik, hingga Jember.
Beberapa SMK yang turut ambil bagian di antaranya SMKN 11 Malang, SMKN 2 Jember, SMK Muhammadiyah 1 Gresik, SMK PGRI 1 Kediri, hingga SMK Budi Utomo Jombang. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa inovasi kendaraan listrik telah berkembang luas di lingkungan pendidikan vokasi.
Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi saat menyaksikan pameran kendaraan listrik tersebut. Banyak pengunjung yang tertarik mengetahui proses konversi motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran SMK sebagai motor penggerak inovasi teknologi sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon melalui penggunaan kendaraan listrik di masa depan.
Editor: Arif Ardliyanto