Bek Persebaya Catur Pamungkas Ternyata Lulusan SSB Sidoarjo, Begini Kisah Proses Pembinaannya
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Persaingan pembinaan sepak bola usia dini di Sidoarjo kian kompetitif. Setiap Sekolah Sepak Bola (SSB) berlomba menghadirkan metode latihan terbaik demi mencetak pemain muda berkualitas dan berkarakter.
Di tengah ketatnya kompetisi tersebut, SSB Diklat Anak Bangsa muncul sebagai salah satu akademi yang konsisten menunjukkan hasil nyata. Berbasis latihan di Lapangan Keboan Anom, Gedangan, Sidoarjo, SSB ini tak sekadar menggelar latihan rutin, melainkan membangun sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Nama Diklat Anak Bangsa kini tak lagi asing, bahkan mulai diperhitungkan di level yang lebih luas. Dari lapangan sederhana tersebut, lahir sejumlah pemain yang berhasil menembus panggung profesional.

Salah satu alumninya adalah Catur Pamungkas, bek kanan yang kini memperkuat Persebaya Surabaya. Selain itu, ada Sidik Saimima, gelandang enerjik yang berkontribusi membawa Garudayaksa FC promosi ke Liga 1.
Direktur Teknik Diklat Anak Bangsa, Hanafing, menegaskan bahwa pembinaan usia dini tidak bisa ditempuh secara instan. Menurutnya, proses panjang menjadi kunci utama dalam mencetak pemain berkualitas.
“Banyak yang ingin hasil cepat, padahal di usia dini yang terpenting adalah fondasi. Teknik dasar, pemahaman permainan, serta mental harus dibentuk sejak awal. Di sini kami benar-benar menjaga proses itu,” ujar Hanafing.
Hal senada disampaikan Koordinator Pelatih, Yusuf Money. Pria asal Maluku itu menekankan pentingnya pembentukan karakter dan daya juang dalam setiap sesi latihan.
“Anak-anak kami dorong untuk memiliki mental kuat dan etos kerja tinggi. Bakat saja tidak cukup tanpa disiplin. Itu yang selalu kami tanamkan,” kata Yusuf.
Keberhasilan melahirkan pemain profesional menjadi bukti bahwa sistem pembinaan yang diterapkan bukan sekadar formalitas. Latihan yang disiplin, intens, serta fokus pada pengembangan individu menjadi fondasi utama keberhasilan mereka.
Dengan rekam jejak yang terus berkembang, SSB Diklat Anak Bangsa kini menjelma sebagai salah satu rujukan pembinaan sepak bola usia dini di Sidoarjo.
Dari Lapangan Keboan Anom, mereka mengirim pesan kuat: pemain hebat tidak lahir secara kebetulan, melainkan melalui proses panjang, disiplin, dan komitmen yang konsisten.
Editor : Arif Ardliyanto