Lapas Arjasa Lakukan Razia Besar-besaran, TNI-Polri Turun Tangan Cari HP Ilegal dan Narkoba
Menurut Ristanto, komitmen pemberantasan narkoba dan handphone ilegal tidak boleh berhenti sebatas seremoni. Ia meminta seluruh jajaran menjaga integritas, meningkatkan kewaspadaan, dan memperkuat pengawasan internal demi menjaga marwah institusi pemasyarakatan.
“Sinergi bersama aparat penegak hukum dinilai penting untuk memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas,” katanya.
Usai apel ikrar, petugas langsung melakukan razia gabungan di sejumlah blok hunian warga binaan. Penggeledahan dilakukan menyeluruh bersama personel TNI dan Polri untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang tersimpan di dalam kamar hunian.
Petugas memeriksa kamar warga binaan, barang pribadi, hingga area-area yang dianggap rawan menjadi tempat penyimpanan barang ilegal. Langkah ini dilakukan sebagai deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Tak hanya itu, petugas juga memberikan pengarahan kepada warga binaan agar mematuhi aturan serta tidak mencoba memasukkan maupun menyimpan barang terlarang.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan pengawasan bersama aparat terkait,” paparnya.
Sebagai langkah lanjutan, Lapas Kelas III Arjasa juga menggelar tes urine secara acak terhadap pegawai dan warga binaan. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan sekaligus deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas.
Tes urine dilakukan sesuai prosedur dengan pengawasan aparat terkait guna memastikan pelaksanaan berjalan transparan dan tertib.
Melalui apel ikrar, razia blok hunian, hingga tes urine, Lapas Kelas III Arjasa menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan praktik penipuan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat integritas petugas, meningkatkan keamanan lapas, serta menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan kondusif bagi seluruh warga binaan.
Editor: Arif Ardliyanto