Liga Progresif 4 Surabaya Jadi Sorotan, Terapkan Fingerprint untuk Cegah Manipulasi Usia
Koordinator Liga Progresif, Coach Emil, menegaskan bahwa orientasi utama kompetisi bukan hanya mengejar kemenangan, melainkan membentuk karakter dan mental bertanding pemain muda sejak dini.
“Alhamdulillah, kami selaku panitia akan terus konsisten dalam pembinaan. Moto kami jelas, proses harus lebih utama dibanding hasil pertandingan. Liga ini kami harapkan menjadi tempat lahirnya talenta-talenta muda sepak bola sekaligus membangun sportivitas dan kepatuhan terhadap perangkat pertandingan,” ujar Coach Emil.
Pelaksanaan Liga Progresif 4 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari Disbudporapar Kota Surabaya, PSSI Surabaya, BPJS Ketenagakerjaan Juanda, hingga RS Ubaya yang selama empat musim terakhir mendukung sektor kesehatan pertandingan.
Exco PSSI Surabaya sekaligus Ketua PS Mitra, Abdullah, menegaskan kompetisi tersebut merupakan ajang resmi yang telah memperoleh rekomendasi dari PSSI Askot Surabaya.
Menurutnya, dukungan Pemerintah Kota Surabaya melalui penggunaan Lapangan ABC GBT menjadi bentuk nyata perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia muda.
“Kompetisi ini legal dan sah karena mendapat rekomendasi resmi PSSI Askot Surabaya. Dukungan Disbudporapar Surabaya melalui penggunaan Lapangan ABC GBT menjadi bukti nyata perhatian terhadap pembinaan sepak bola usia muda,” tegas Abdullah.
Ia menilai keberadaan kompetisi berkelanjutan seperti Liga Progresif menjadi sangat penting di tengah banyaknya turnamen usia dini yang bermunculan tanpa konsep pembinaan yang jelas.
Konsistensi penyelenggaraan dinilai menjadi kunci utama menjaga regenerasi pemain muda Surabaya agar tetap berjalan dan mampu melahirkan talenta baru di masa depan.
Dengan kombinasi kompetisi berjenjang, dukungan stakeholder, hingga penerapan teknologi fingerprint, Liga Progresif 4 kini mulai dipandang bukan hanya sebagai ajang pertandingan, tetapi juga laboratorium pembinaan sepak bola muda Surabaya menuju level yang lebih modern, disiplin, dan kompetitif.
Editor : Arif Ardliyanto