Arus Barang Tembus Jutaan Ton, Surabaya Jadi Pusat Penguatan Layanan Impor
Selain mendukung kelancaran impor, keberadaan kantor representasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional.
“Kami berharap kehadiran kantor ini bisa memberi nilai tambah bagi dunia usaha dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” katanya.
Pembukaan kantor representasi KSO SCISI juga mendapat sambutan positif dari kalangan asosiasi logistik dan importir.
Ketua GINSI Jawa Timur, Hana Belladina, menilai kehadiran kantor tersebut menjadi langkah penting untuk mendukung kelancaran perdagangan internasional yang terus berkembang di Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, selama ini pelaku usaha membutuhkan pelayanan yang cepat, responsif, dan memiliki kepastian proses agar aktivitas impor berjalan lebih efisien.
“Kehadiran kantor representasi ini menjadi langkah positif untuk mendekatkan layanan kepada pelaku usaha, khususnya importir dan perusahaan logistik di Jawa Timur,” ujar Hana.
Ia berharap kolaborasi antara KSO SCISI, asosiasi, serta stakeholder kepelabuhanan terus diperkuat sehingga mampu menciptakan iklim perdagangan yang lebih sehat dan kompetitif.
Hana juga menegaskan posisi strategis Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai gerbang perdagangan Indonesia Timur membuat dukungan layanan verifikasi impor menjadi kebutuhan penting bagi dunia usaha.
Senada dengan itu, Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyebut peresmian kantor cabang KSO SCISI menjadi kabar positif di tengah meningkatnya aktivitas impor di Surabaya.
“Kuota impor di Surabaya saat ini cukup besar sehingga keberadaan layanan yang lebih dekat tentu sangat membantu pelaku usaha,” ujarnya.
Sebastian menjelaskan, kondisi perdagangan global saat ini masih menghadapi tantangan akibat geopolitik internasional dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Meski demikian, arus barang impor pada awal 2026 disebut masih tumbuh sekitar 3 hingga 5 persen.
Ia mengungkapkan, arus peti kemas dan kapal curah melalui Surabaya serta wilayah perdagangan Indonesia Timur sepanjang 2025 hampir mencapai 10 juta ton. Angka tersebut menunjukkan pentingnya peran Pelabuhan Tanjung Perak dalam menopang industri dan perdagangan nasional.
Karena itu, Sebastian berharap kerja sama antara PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia dalam KSO SCISI mampu memperkuat layanan pemeriksaan impor sekaligus mendukung pengembangan pasar logistik nasional.
“Harapannya kerja sama operasi ini semakin memperkuat peningkatan pelayanan dan pengembangan market karena Pelabuhan Tanjung Perak memiliki posisi yang sangat strategis,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto