Ekspor dan Impor di Surabaya Tumbuh Positif, Arus Peti Kemas Tembus 119 Ribu TEUs
Menurutnya, pertumbuhan itu juga menjadi bagian dari hasil transformasi operasional yang tengah dijalankan TPS, termasuk program peremajaan alat dan peningkatan efisiensi layanan.
Transformasi Operasional Jadi Kunci Penguatan Layanan
Saat ini TPS sedang melakukan transformasi operasional secara bertahap dengan menghadirkan berbagai peralatan baru berbasis listrik dan ramah lingkungan. Sejumlah alat yang mulai dioperasikan antara lain 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane (E-CC).
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat sekaligus memperkuat efisiensi layanan terminal.
TPS menilai proses transformasi ini menjadi strategi penting untuk menjaga daya saing perusahaan di tengah perubahan industri logistik global yang semakin dinamis.
Meski pertumbuhan bulanan menunjukkan hasil positif, TPS masih menghadapi tantangan secara tahunan atau year-on-year (YoY). Sepanjang Januari hingga April 2026, total arus peti kemas tercatat sebesar 472 ribu TEUs atau turun 5,5 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 498 ribu TEUs.
Erika menjelaskan penurunan tahunan tersebut dipengaruhi kondisi unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume kargo dan jumlah kunjungan kapal.
“Jadwal layanan pelayaran tetap berjalan, namun pertumbuhan volume kargo belum secepat kapasitas angkut kapal yang tersedia di pasar,” jelasnya.
Meski demikian, jumlah kunjungan kapal internasional ke TPS tetap mengalami peningkatan tipis sebesar 0,59 persen. Hingga April 2026, tercatat 337 kunjungan kapal internasional, naik dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 335 kunjungan.
Kuasai 83 Persen Pangsa Pasar Peti Kemas Internasional
Kinerja TPS juga mendapat apresiasi dari kalangan pelayaran. Dewan Pimpinan Cabang Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Surabaya menilai berbagai pembenahan yang dilakukan TPS berdampak positif terhadap kelancaran distribusi logistik di Pelabuhan Tanjung Perak.
Sekretaris DPC INSA Surabaya, Dwi Agus, menyebut efisiensi layanan TPS semakin memberikan kepastian bagi perusahaan pelayaran.
“Berbagai perbaikan yang dilakukan TPS selama ini telah memberikan dampak positif bagi efisiensi dan kepastian layanan bagi perusahaan pelayaran. Kami berharap TPS dapat terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung kelancaran rantai pasok,” kata Dwi Agus.
Produktivitas TPS juga terlihat dari capaian rata-rata bongkar muat pada dua bulan pertama 2026 yang mencapai 50 box per ship per hour. Angka tersebut melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak sebesar 48 box per ship per hour.
Dengan capaian tersebut, TPS tetap mempertahankan dominasinya dengan menguasai 83 persen pangsa pasar peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Editor : Arif Ardliyanto