Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Detik-Detik Penari Jaranan Buto Kesurupan di Depan Ribuan Mahasiswa, Bikin Suasana Mendadak Tegang
Advertisement . Scroll to see content

Kolaborasi dengan Amsterdam, Kampus Merah Putih Abadikan Jejak Arsitektur Bersejarah Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 | 10:17 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Kolaborasi dengan Amsterdam, Kampus Merah Putih Abadikan Jejak Arsitektur Bersejarah Indonesia
Berlage Corner di Untag Surabaya menjadi ruang literasi baru yang menyimpan arsip desain, sejarah pembangunan, dan budaya Nusantara untuk riset mahasiswa. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Di dalam Berlage Corner, pengunjung dapat menemukan beragam dokumentasi penting, mulai dari gambar desain bangunan, perencanaan proyek, hingga arsip administrasi pembangunan pada masa lampau. Sejumlah dokumen bahkan mencatat keterlibatan pekerja lokal lengkap dengan sistem pembayaran upah pada era tersebut.

“Di sini ada foto-foto desain, gambar perencanaan hingga administrasi proyek. Bahkan ada catatan bahwa para pekerja saat itu menerima bayaran. Ini menjadi bukti budaya dan sejarah yang sangat penting,” tambahnya.

Harjo berharap fasilitas yang berada di lingkungan perpustakaan Untag Surabaya itu mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus melahirkan berbagai inovasi dan penelitian baru dari mahasiswa lintas program studi.

“Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu bisa mengkaji apa yang ada di sini dan mengembangkannya menjadi penelitian maupun inovasi baru,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, Dr. Ir. Ar. R.A. Retno Hastijanti menilai Berlage Corner menjadi pengingat penting bahwa modernisasi harus tetap berpijak pada akar budaya bangsa.

“Walaupun kita modern dan menghadapi globalisasi, kita harus tetap berakar pada kebudayaan dan identitas kita sendiri. Ini sesuai dengan visi Untag Surabaya yang selalu mengedepankan identitas nasional,” ujarnya.

Retno menjelaskan, arsip dan desain yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya Nusantara telah dikenal hingga Eropa melalui karya-karya arsitektur Berlage yang mengadopsi unsur etnis dan budaya Indonesia.

“Kita bisa melihat bahwa pengetahuan Nusantara ternyata sampai ke Eropa. Ini menunjukkan adanya hubungan lintas benua melalui desain-desain Berlage yang menggunakan unsur kebudayaan dan etnis di Indonesia sebagai bagian dari desain mereka,” tuturnya.

Tidak hanya menjadi ruang dokumentasi sejarah, Berlage Corner juga diharapkan mampu memperkuat literasi arsitektur dan mendorong lahirnya riset-riset baru yang memadukan budaya, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Petra Timmer mengungkapkan bahwa Gedung Singa di Surabaya merupakan salah satu karya penting Berlage yang melibatkan masyarakat lokal dalam proses pembangunannya.

“Gedung Singa bukan hanya dibangun oleh Berlage, tetapi juga oleh masyarakat Surabaya. Saya menemukan sumber langka yang secara eksplisit mencantumkan nama-nama orang Indonesia yang terlibat dalam pembangunan gedung tersebut, termasuk pekerjaan dan upah mereka,” ungkapnya.

Menurut Petra, fakta sejarah tersebut penting dikenalkan kepada generasi muda agar masyarakat memahami bahwa bangunan kolonial kini telah menjadi bagian dari identitas sejarah Surabaya dan Indonesia.

“Awalnya mungkin merupakan bangunan kolonial Belanda, tetapi setelah sekian lama berada di Surabaya, kini menjadi warisan Surabaya dan Indonesia. Bangunan itu menyimpan cerita masyarakat yang hidup dan bekerja di dalamnya,” tandasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut