Diskominfo Surabaya Gunakan Media Sosial untuk Tingkatkan Transparansi Publik
Menurutnya, produksi konten audio visual menjadi salah satu metode yang efektif dalam penyampaian informasi publik. Informasi yang sebelumnya disampaikan dalam bentuk teks kini dikemas melalui video pendek, dokumentasi visual, desain grafis, hingga konten informatif yang lebih mudah dipahami masyarakat.
Strategi produksi konten audio visual tersebut juga menarik perhatian mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang melaksanakan kegiatan magang di Diskominfo, Oktav Viki Firmansyah dan Alfian Apriliyo Dwi Ardiananta, untuk mempelajari proses produksi konten di Humas Diskominfo Kota Surabaya.
Viki menilai penyampaian informasi melalui media audio visual mampu membantu masyarakat memahami informasi pemerintah dengan lebih cepat dan menarik.
“Saya melihat keterbukaan informasi publik penting karena penyampaian informasi audio visual dapat membantu masyarakat memahami informasi pemerintah dengan lebih cepat dan menarik, membuat pesan yang disampaikan terasa lebih dekat dengan masyarakat,” kata Viki.
Selain produksi audio visual, pengelolaan media sosial juga menjadi bagian penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik. Media sosial kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui kolom komentar maupun pesan langsung, masyarakat dapat memberikan tanggapan terhadap informasi yang disampaikan pemerintah daerah. Interaksi tersebut dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus membangun kedekatan komunikasi dengan publik.
Alfian menambahkan, media digital seperti Instagram membuka ruang komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
“Informasi yang disampaikan secara terbuka melalui media sosial dapat meningkatkan interaksi, transparansi, dan kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah,” tambahnya.
Melalui pengelolaan media sosial yang dikombinasikan dengan produksi konten audio visual, Diskominfo Surabaya berupaya menghadirkan informasi publik yang lebih terbuka, komunikatif, dan mudah dijangkau masyarakat di tengah perkembangan media digital yang terus bergerak cepat.
Editor : Arif Ardliyanto