get app
inews
Aa Text
Read Next : Diskominfo Surabaya Gunakan Media Sosial untuk Tingkatkan Transparansi Publik

Pelajar dan Mahasiswa Dibekali Cara Lawan Narkoba, Undang Jaksa Hingga Psikolog Surabaya

Jum'at, 22 Mei 2026 | 05:08 WIB
header img
Pemkot Surabaya menghadirkan psikolog, polisi, jaksa, dan BNN untuk memberikan edukasi bahaya narkoba, HIV/AIDS, dan kesehatan mental bagi mahasiswa. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Sementara itu, Camat Pakal Zainuddin Fanani, SH., M.Med.Kom mengingatkan para pemuda agar menjaga amanah pendidikan dan tidak terjerumus dalam perilaku yang dapat merusak masa depan.

“Kolaborasi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat sangat penting agar anak-anak muda memiliki lingkungan yang positif dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” katanya.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, Disbudporapar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Mulai dari aparat penegak hukum, psikolog, kepolisian, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).

Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya memaparkan dampak hukum dari kenakalan remaja dan tindak kriminal yang melibatkan anak muda. Materi tersebut diberikan agar peserta memahami konsekuensi serius dari tindakan melanggar hukum.

Selain itu, Dekan Fakultas Psikologi UWP, Firsty Oktaria, S.Psi., M.Psi., Psikolog turut memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental bagi remaja dan mahasiswa. Dalam sesi konseling, peserta diajak memahami cara menghadapi tekanan lingkungan, stres, hingga pentingnya mencari bantuan profesional saat menghadapi masalah psikologis.

Di sisi lain, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengungkap berbagai modus baru peredaran narkoba yang kini menyasar lingkungan pendidikan dan anak muda.

Tak hanya soal narkoba, penyuluh dari BNN Kota Surabaya juga memberikan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS, termasuk risiko penularan akibat penggunaan jarum suntik ilegal dan perilaku seksual berisiko.

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan terkait bahaya narkoba, kesehatan mental, hingga cara melindungi diri dari pengaruh pergaulan negatif.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Surabaya berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan sekaligus penyebar informasi positif di lingkungan masing-masing.

Dengan bekal edukasi tentang HIV/AIDS, kenakalan remaja, dan narkoba, generasi muda Surabaya diharapkan mampu menjaga diri, lingkungan sosial, serta berkontribusi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut