Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkot Surabaya Tegas, RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini Tiga Pungutan yang Diizinkan
Advertisement . Scroll to see content

Ancaman El Nino Mengintai, Pemkot Surabaya Cek Kondisi Hutan Mangrove di Wilayah Pantai Wonorejo

Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:55 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Ancaman El Nino Mengintai, Pemkot Surabaya Cek Kondisi Hutan Mangrove di Wilayah Pantai Wonorejo
Pemkot Surabaya bersama PDIP melakukan inspeksi kawasan mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Plh Wali Kota Surabaya, Armuji, turun langsung meninjau kawasan hutan mangrove di pesisir timur Surabaya sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman abrasi dan dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memuncak pada Juli hingga September 2026.

Peninjauan dilakukan di sejumlah kawasan mangrove, mulai dari Gunung Anyar, Wonorejo hingga Mbulak. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi DPP PDIP untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga, khususnya kawasan pesisir yang rentan terdampak perubahan iklim.

Dalam kegiatan itu, Armuji yang akrab disapa Cak Ji didampingi kader PAC PDIP Rungkut dan Gununganyar, serta sejumlah pengurus DPC PDIP dan anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya seperti Anas Karno, Eri Irawan, dan Abdul Malik.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan kondisi hutan mangrove Surabaya masih terjaga dengan baik. Tidak ditemukan indikasi pembalakan liar maupun pencemaran yang berpotensi merusak ekosistem pesisir.

“Kami mendapat instruksi untuk memastikan lingkungan tetap aman. Jangan sampai ada pembalakan liar atau kerusakan hutan mangrove karena kawasan ini sangat penting menjaga wilayah pesisir,” ujar Cak Ji.

Menurutnya, mangrove memiliki fungsi vital sebagai benteng alami yang mampu menahan abrasi laut sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim. Keberadaan akar mangrove dinilai efektif menjaga daratan pesisir agar tidak terkikis air laut.

Fenomena El Nino sendiri diprediksi kembali memengaruhi Indonesia pada pertengahan tahun ini. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang, berkurangnya curah hujan, hingga memicu kekeringan di berbagai wilayah.

“Hutan mangrove ini menjadi perlindungan alami pesisir. Akar-akarnya kuat menahan abrasi dan menjaga keseimbangan lingkungan,” katanya.

Selain sebagai pelindung pantai, kawasan mangrove juga menjadi habitat berbagai satwa liar. Saat peninjauan berlangsung, Cak Ji mengaku masih melihat ekosistem di kawasan tersebut berjalan baik.

“Airnya masih bersih, burung-burung masih banyak, bahkan monyet juga masih hidup di kawasan mangrove ini. Itu artinya kondisi ekosistemnya masih terjaga,” ungkapnya.

Sejumlah penelitian menyebutkan hutan mangrove memiliki peran strategis dalam mengurangi dampak cuaca ekstrem akibat El Nino. Mangrove membantu menjaga kelembapan kawasan pesisir sekaligus menekan risiko kerusakan lingkungan.

Karena itu, Pemerintah Kota Surabaya bersama masyarakat diharapkan terus menjaga kelestarian hutan mangrove agar kawasan pesisir tetap aman dan ekosistem lingkungan tetap terpelihara.

“Kalau mangrove dirawat bersama, pesisir Surabaya akan tetap aman dan lingkungan tetap lestari,” pungkasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut