Lawan Dominasi Mobil Jepang, Produsen Asal China Makin Agresif di Surabaya
JETOUR DASHING sendiri dipasarkan dengan harga Rp391,8 juta on the road Surabaya. Mobil ini mengusung desain futuristik dengan tampilan sporty bergaya coupe. Sementara JETOUR X70 Plus dibanderol Rp401,8 juta dengan kapasitas tujuh penumpang yang menyasar segmen keluarga.
Kedua model tersebut dibekali fitur modern seperti panoramic sunroof, wireless Android Auto dan Apple CarPlay, hingga kamera 360 derajat. Namun, di tengah persaingan SUV yang semakin ketat, fitur serupa kini juga banyak ditawarkan kompetitor lain di kelas yang sama.
Jetour juga menghadirkan JETOUR T2 yang diposisikan sebagai SUV tangguh bergaya petualang dengan harga hampir menyentuh Rp600 juta. Mobil ini mengandalkan mesin 2.0 turbo dan desain boxy modern yang sedang tren di pasar global.
Meski dibekali berbagai teknologi keselamatan dan telah mengantongi rating lima bintang ASEAN NCAP, harga JETOUR T2 dinilai cukup tinggi untuk merek yang masih baru dikenal masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut bisa menjadi tantangan tersendiri dalam menarik konsumen, terutama di tengah kondisi ekonomi dan daya beli yang belum sepenuhnya stabil.
Untuk menarik perhatian pengunjung, Jetour menawarkan potongan harga hingga Rp15 juta serta bonus bahan bakar selama pameran berlangsung. Strategi diskon seperti ini menjadi pola umum yang mulai banyak digunakan merek otomotif China untuk mempercepat penetrasi pasar dan meningkatkan daya tarik produk baru.
Selain itu, Jetour juga memberikan garansi panjang hingga 10 tahun atau 1 juta kilometer untuk beberapa modelnya. Meski terlihat menarik, sejumlah pengamat otomotif menilai konsumen tetap akan melihat konsistensi layanan purna jual dan keberlangsungan merek dalam jangka panjang sebelum memutuskan membeli.
Di ajang IIMS Surabaya 2026, pengunjung juga diberi kesempatan mencoba langsung kendaraan melalui sesi test drive untuk mengenal performa dan fitur yang ditawarkan Jetour.
Masuknya Jetour memperlihatkan persaingan pasar otomotif Indonesia, khususnya di segmen SUV, diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan. Namun, produsen mobil China masih harus bekerja keras untuk membangun kepercayaan konsumen yang selama ini lebih loyal terhadap merek-merek lama yang sudah mapan di Indonesia.
Editor: Arif Ardliyanto