Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Fiskal Surabaya Terbatas, Ini Daftar Program Tahun 2027 Tetap Jalan dan Anggaran yang Dipangkas
Advertisement . Scroll to see content

Tugu Pahlawan Jadi Pusat Hiburan Rakyat, Senja Budaya 2026 Tawarkan Suasana Cangkrukan Unik

Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:47 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Tugu Pahlawan Jadi Pusat Hiburan Rakyat, Senja Budaya 2026 Tawarkan Suasana Cangkrukan Unik
Senja Budaya 2026 digelar di Tugu Pahlawan Surabaya pada 30–31 Mei 2026 dengan ludruk, jaranan, live music, dan kuliner tradisional khas Surabaya. (Foto iNewsSurabaya.id/Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kawasan Tugu Pahlawan bakal disulap menjadi ruang budaya penuh nostalgia pada akhir pekan ini. Pemerintah Kota Surabaya menghadirkan “Senja Budaya 2026”, sebuah festival terbuka yang memadukan seni tradisional, hiburan modern, hingga wisata kuliner khas rakyat dalam suasana santai ala cangkrukan.

Acara yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 itu digelar selama dua hari, 30–31 Mei 2026 mulai pukul 16.00 WIB. Konsep yang diusung tahun ini dibuat lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, agar budaya lokal tetap hidup di tengah derasnya perkembangan era digital.

Pengunjung nantinya tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga diajak merasakan atmosfer budaya khas Surabaya lewat konsep lesehan terbuka yang hangat dan interaktif. Nuansa sore di kawasan Tugu Pahlawan pun dipersiapkan menjadi tempat berkumpul favorit bagi keluarga, komunitas, hingga anak muda.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma’munah, mengatakan konsep Senja Budaya 2026 berbeda dibanding tahun sebelumnya yang lebih berfokus pada kegiatan Night at The Museum.

“Sekarang konsepnya kami bawa lebih terbuka dan santai. Kami memadukan budaya tradisional dengan sentuhan modern supaya lebih dekat dengan anak muda,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Selama dua hari penyelenggaraan, berbagai hiburan budaya akan tampil meramaikan acara. Mulai dari live music, dongeng budaya, pertunjukan jaranan, hingga ludruk yang dibawakan Dagelan Luntas dan RRI. Seluruh pertunjukan dikemas lebih segar agar tetap menarik bagi generasi muda.

Menurut Saida, kegiatan ini juga menjadi langkah untuk menghidupkan kembali kesenian rakyat yang mulai jarang dikenal masyarakat. Kehadiran ludruk dan jaranan di ruang publik diharapkan mampu memperluas ruang apresiasi budaya lokal Surabaya.

“Banyak kesenian tradisional yang mulai terlupakan. Lewat Senja Budaya kami ingin mengenalkan kembali budaya lokal kepada masyarakat, terutama anak muda,” katanya.

Tidak hanya menyuguhkan hiburan, festival ini juga menghadirkan tenant UMKM dengan aneka kuliner tradisional legendaris. Pengunjung dapat menikmati semanggi Surabaya, nasi jagung, petulo, serabi Surabaya, putu, ketan lemet, hingga martabak jadul yang semakin jarang ditemui.

Panitia menyebut persiapan acara kini hampir rampung dan tinggal menyelesaikan tahap teknis serta penataan area. Tiket masuk dapat dibeli langsung di lokasi maupun melalui situs resmi Pemkot Surabaya.

Untuk menikmati Senja Budaya 2026, pengunjung cukup membayar tiket masuk kawasan Tugu Pahlawan sebesar Rp5.000. Sementara tiket Museum Sepuluh Nopember dibanderol Rp8.000 untuk umum, Rp15.000 bagi wisatawan mancanegara, gratis untuk pelajar Surabaya, dan Rp3.000 bagi pelajar luar Surabaya.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Surabaya ingin menghadirkan wajah baru ruang budaya yang tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi, pelestarian tradisi, dan ruang temu lintas generasi di Kota Pahlawan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut