get app
inews
Aa Text
Read Next : Dekopin Dukung Amanat Prabowo, Koperasi Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Rakyat

Angka Kelahiran Warga Sampang Tertinggi di Jatim, Surabaya Terendah

Senin, 01 Juni 2026 | 15:52 WIB
header img
SUPAS 2025: Kelahiran remaja di Jatim anjlok, ibu usia 30 tahun ke atas meningkat. (Foto : ilustrasi/dok).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim merilis data terbaru mengenai tren fertilitas di wilayah tersebut berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. 

Hasil survei menunjukkan bahwa Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) di Jatim terus mengalami penurunan secara konsisten dalam satu dekade terakhir.

Plt. Kepala BPS Provinsi Jatim, Ir. Herum Fajarwati, M.M., dalam laporannya menjelaskan bahwa TFR yang menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan hidup oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya (usia 15-49 tahun) kini tercatat di angka 1,95.

Angka ini mengalami penurunan dibandingkan hasil Long Form Sensus Penduduk (LF SP2020) yang sebesar 1,98, serta hasil SP2010 yang berada di angka 2,00. Penurunan ini menegaskan bahwa tren penurunan fertilitas di Jatim masih terus berlanjut, meskipun dengan laju yang lebih landai dibandingkan periode-periode sebelumnya.

"TFR hasil SUPAS 2025 mengindikasikan bahwa Provinsi Jatim secara makro sudah berada di bawah indikator replacement level atau tingkat penggantian yaitu sebesar 2,10," jelas Herum, Senin (1/6/2026).

Meskipun secara rata-rata provinsi mengalami penurunan, BPS Jatim mencatat adanya variasi dan disparitas tingkat fertilitas yang cukup tajam antar kabupaten/kota. Perbedaan ini mencerminkan karakteristik sosial, budaya, ekonomi, serta akses layanan kesehatan reproduksi yang berbeda di setiap wilayah.

Kota Surabaya mencatatkan diri sebagai wilayah dengan TFR terendah di Jatim, yaitu sebesar 1,70. Sebaliknya, Kabupaten Sampang di Pulau Madura menjadi wilayah dengan angka kelaharan tertinggi dengan TFR mencapai 2,25.

Selain angka total kelahiran, BPS Jatim juga menyoroti Age-Specific Fertility Rate (ASFR) atau jumlah kelahiran hidup per 1.000 perempuan pada kelompok umur tertentu sepanjang periode 2010–2025.

Data menunjukkan terjadinya penurunan fertilitas yang sangat signifikan pada kelompok perempuan usia muda (15–24 tahun). Pada kelompok umur 15–19 tahun misalnya, angka ASFR merosot tajam dari 41,40 kelahiran per 1.000 perempuan pada SP2010 menjadi hanya 15,98 pada SUPAS 2025.

Sebaliknya, puncak fertilitas atau usia paling produktif melahirkan di Jatim saat ini bergeser dan berpusat pada kelompok umur 25–29 tahun, di mana angka ASFR-nya meningkat dari 107,40 menjadi 114,72.

Menariknya, hasil SUPAS 2025 juga menangkap adanya pergeseran pola baru, di mana terjadi peningkatan angka fertilitas (ASFR) pada kelompok ibu yang berusia lebih matang, yaitu pada rentang umur 30–44 tahun.

 

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut