Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Cuma 2 Oknum, DPRD Surabaya Curiga Dugaan Jual-Beli Pekerjaan Libatkan Pihak Lain
Advertisement . Scroll to see content

DPRD Surabaya Temukan Kejanggalan Anggaran DLH, Selisihnya Tembus Rp214 Miliar

Selasa, 08 September 2026 | 10:06 WIB
  • author Arif Ardliyanto
DPRD Surabaya Temukan Kejanggalan Anggaran DLH, Selisihnya Tembus Rp214 Miliar
Anggaran DLH Surabaya menjadi sorotan setelah DPRD menemukan perbedaan Rp214 miliar. Komisi C juga mempertanyakan anggaran jamban Rp13 miliar dan pengelolaan sampah. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pembahasan perubahan anggaran di Kota Surabaya memunculkan tanda tanya besar. Komisi C DPRD Surabaya menemukan perbedaan mencolok dalam angka anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAK APBD-P) 2026.

Perbedaan angka tersebut bahkan mencapai sekitar Rp214 miliar jika dibandingkan antara data Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan angka yang disampaikan DLH.

Dalam pembahasan di TAPD, anggaran DLH disebut mengalami pengurangan Rp24 miliar. Namun, ketika dibahas bersama DLH, justru muncul angka yang menunjukkan penambahan sekitar Rp190 miliar.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menilai perbedaan tersebut perlu segera diluruskan. Komisi C meminta DLH kembali menyajikan data secara lebih rinci sebelum angka tersebut dilaporkan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya.

“Di TAPD anggarannya dikurangi Rp24 miliar untuk DLH, tapi di DLH tadi anggarannya bertambah Rp190 miliar. Sehingga kita masih butuh penyajian data. Mungkin penyajiannya yang keliru, sehingga kita panggil lagi untuk menyajikan secara lebih tepat,” ujar Aning.

Menurut Aning, kepastian angka menjadi penting karena Komisi C harus membawa hasil pembahasan tersebut ke Banggar. Kesalahan penyajian data dapat menimbulkan perbedaan pemahaman dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, juga meminta adanya satu data yang benar-benar final. Ia tidak ingin angka yang belum sinkron kembali menjadi persoalan ketika pembahasan dilanjutkan di Banggar.

“Yang kemarin di Banggar itu turun Rp24 miliar. Nah, sekarang di sini dibahas ada kenaikan. Kita ingin ada bahan yang fix, yang terkini, sehingga besok kita bisa laporkan ke Banggar dengan lebih tepat,” kata Eri.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut