Investasi Emas Masuk Desa, Pegadaian Bekali Muslimat NU Tuban Cara Kelola Keuangan dengan Baik
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengatakan bahwa edukasi keuangan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong masyarakat semakin melek investasi dan mampu merencanakan masa depan secara lebih matang.
Menurutnya, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati karena memiliki nilai yang relatif stabil dan dapat menjadi pilihan untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga.
“Pegadaian berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat. Melalui sosialisasi produk emas ini, kami ingin mendorong masyarakat, khususnya para ibu sebagai pengelola keuangan keluarga, agar semakin memahami pentingnya investasi sejak dini untuk mewujudkan ketahanan ekonomi keluarga,” kata Ahmad.
Ia juga menilai kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan keuangan yang aman, terpercaya, dan mudah dipahami.
Dalam sesi edukasi, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Madiun, Muhammad Efendi, memperkenalkan sejumlah layanan investasi emas yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Mulai dari Tabungan Emas hingga Cicil Emas yang memungkinkan masyarakat berinvestasi dengan modal yang relatif terjangkau.
Menurut Efendi, investasi emas masih menjadi pilihan favorit karena mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang serta dapat dimulai dari nominal yang tidak memberatkan.
“Emas merupakan instrumen investasi yang relatif stabil dan cocok untuk perencanaan keuangan jangka panjang. Melalui Pegadaian, masyarakat dapat mulai berinvestasi emas dari nominal yang sangat terjangkau sehingga siapa pun dapat mempersiapkan masa depan finansialnya sejak dini,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari cara mengatur keuangan rumah tangga, teknik menabung yang efektif, hingga langkah awal memulai investasi emas sesuai kemampuan ekonomi keluarga.
Salah satu peserta, Rina, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyadari bahwa emas tidak hanya berfungsi sebagai perhiasan, tetapi juga dapat menjadi instrumen investasi yang membantu mewujudkan berbagai kebutuhan masa depan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini kami mengenal emas hanya sebagai perhiasan, tetapi ternyata bisa menjadi sarana investasi dan tabungan untuk kebutuhan masa depan keluarga. Penjelasan dari Pegadaian juga mudah dipahami dan memberikan motivasi bagi kami untuk mulai berinvestasi,” ungkapnya.
Melalui program edukasi ini, Pegadaian berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan investasi terus meningkat. Sinergi antara Pegadaian, Komisi XI DPR RI, dan Muslimat NU Tuban diharapkan mampu melahirkan keluarga yang lebih cerdas secara finansial, mandiri secara ekonomi, serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Editor: Arif Ardliyanto