Teror Monyet Lepas di Jombang, Damkar Butuh Satu Jam untuk Menangkapnya
JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Kepanikan melanda warga Dusun Kupang, Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (2/6/2026) malam. Seekor monyet yang terlepas dari pemiliknya mengamuk dan menyerang warga hingga menyebabkan dua orang mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut membuat warga resah. Keberadaan monyet yang berkeliaran dan bersikap agresif memaksa masyarakat meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk melakukan evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menjelaskan bahwa monyet tersebut merupakan hewan peliharaan milik warga yang berhasil lepas dari pengawasan pemiliknya.
Akibat serangan hewan tersebut, dua warga menjadi korban. Mereka adalah Djaun (77) yang mengalami luka pada bagian lutut serta Galang (19) yang menderita luka di bagian betis.
“Mendapat laporan dari warga, kami langsung mengerahkan satu tim Damkar Ngoro menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Wiku saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).
Setibanya di lokasi, petugas bersama warga melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyian monyet tersebut. Proses pencarian berlangsung cukup menegangkan karena hewan itu terus berpindah tempat dan menunjukkan perilaku agresif.
Setelah berhasil ditemukan, petugas segera melakukan penangkapan dan memasukkan monyet ke dalam kandang khusus. Evakuasi berlangsung sekitar satu jam hingga akhirnya situasi di lingkungan warga kembali aman dan terkendali.
Wiku mengakui proses penangkapan tidak berjalan mudah. Petugas sempat menghadapi kesulitan karena monyet beberapa kali memberontak dan berusaha melarikan diri saat hendak diamankan.
“Petugas sempat kewalahan karena monyet mengamuk ketika proses evakuasi. Namun seluruh tahapan penanganan berjalan lancar dan tidak ada korban dari petugas maupun warga saat evakuasi berlangsung,” ujarnya.
BPBD Jombang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan hewan liar maupun hewan peliharaan yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar. Pemilik hewan juga diminta memastikan peliharaannya berada dalam pengawasan yang aman agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto