Komisaris BPD Se-Indonesia Sepakati Penguatan Tata Kelola dan SDM Perbankan Daerah
SEMARANG, iNewsSurabaya.id – Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPD SI) resmi menggelar Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) 2026 di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sejumlah sekretaris daerah provinsi, jajaran komisaris utama, serta anggota dewan komisaris dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia.
Dalam Munas tersebut, FKDK BPD SI membentuk kepengurusan baru periode 2026–2029 yang terdiri atas 19 pengurus mewakili tiga koordinator wilayah.
Komisaris Utama Bank Jateng, Dr. Drs. Adnas, M.Si., CRM, terpilih sebagai Ketua Umum FKDK BPD SI periode 2026–2029. Ia akan didampingi tiga wakil ketua. Sementara itu, posisi Sekretaris dipercayakan kepada Dr. M. Gaussyah, S.H., M.H. dari Bank Aceh dan jabatan Bendahara Umum diemban Adi Sulistyowati dari Bank Jatim.
Tim formatur juga menetapkan Dr. Hoiruddin Hasibuan dari Bank Banten sebagai Ketua Dewan Penasehat FKDK BPD SI. Adapun Prof. M. Mas’ud Said, M.M., Ph.D. dari Bank Jatim dipercaya sebagai anggota Dewan Penasehat.
Sebelum Munas berlangsung, FKDK BPD SI menggelar Seminar Nasional yang dibuka dengan pidato kunci Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi selaku pembina BUMD Provinsi Jawa Tengah sekaligus tuan rumah penyelenggara.
Dalam paparannya, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya peran BPD dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menggerakkan ekonomi lokal, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sinergi yang lebih erat antara BPD dan pelaku usaha daerah.
Seminar Nasional tersebut turut menghadirkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo dan Prof. M. Mas’ud Said sebagai narasumber. Mengusung tema “BPD yang Resilien, Kompetitif, dan Kontributif”, seminar membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi BPD dalam meningkatkan daya saing di tengah transformasi digital dan dinamika industri perbankan nasional.
Dalam forum Munas, para komisaris dari 27 BPD di seluruh Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kontribusi BPD terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. BPD diharapkan tetap menjadi salah satu pilar utama layanan keuangan daerah sekaligus penyumbang penting bagi pendapatan pemerintah daerah.
Munas juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya percepatan transformasi digital BPD, penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), serta pengembangan kapasitas BPD sebagai lembaga keuangan daerah yang mampu mendukung pembiayaan pembangunan secara berkelanjutan.
Melalui kepengurusan baru dan agenda transformasi yang lebih progresif, FKDK BPD SI optimistis seluruh BPD di Indonesia dapat semakin tangguh, kompetitif, dan berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto