Paceklik Ikan 8 Bulan, Nelayan Banyuwangi Terpaksa Cari Kerja Sampingan demi Bertahan Hidup
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Nelayan di pesisir Grajagan, Kabupaten Banyuwangi, tengah menghadapi masa-masa sulit akibat paceklik ikan yang berlangsung selama delapan bulan terakhir. Minimnya hasil tangkapan membuat pendapatan mereka merosot drastis, sementara biaya melaut terus meningkat.
Di sepanjang pesisir Grajagan, deretan perahu nelayan terlihat lebih banyak terparkir di bibir pantai. Kondisi tersebut bukan dipicu cuaca buruk, melainkan karena hasil tangkapan yang semakin sedikit sehingga aktivitas melaut dinilai tidak lagi memberikan keuntungan yang memadai.
Bahkan, sejumlah nelayan harus kembali ke daratan tanpa membawa hasil tangkapan setelah berjam-jam mengarungi laut. Situasi ini semakin memberatkan kehidupan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.
Selain pendapatan yang terus menurun, nelayan juga dihadapkan pada kenaikan biaya operasional, mulai dari bahan bakar hingga kebutuhan perlengkapan melaut. Kondisi tersebut membuat beban ekonomi keluarga nelayan semakin berat.
Salah satu nelayan Grajagan, Gendon, mengaku harus mencari pekerjaan tambahan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Di tengah sepinya hasil tangkapan ikan, ia memanfaatkan keahliannya dengan membuka jasa servis kapal dan perahu milik sesama nelayan.
"Kondisi sekarang sangat berat. Hasil tangkapan terus menurun, sementara kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi," ujar Gendon, Kamis (11/6/2026).
Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Grajagan, Heru Prasetyo, menjelaskan bahwa perubahan musim dan kondisi cuaca diduga menjadi faktor utama menurunnya populasi ikan di perairan Grajagan. Akibatnya, produktivitas penangkapan ikan mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan kondisi normal.
Menurut Heru, fenomena tersebut berdampak langsung terhadap perekonomian nelayan yang selama ini mengandalkan hasil laut sebagai sumber penghasilan utama.
"Produksi tangkapan mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan periode normal. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap pendapatan nelayan," kata Heru.
Meski menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat, para nelayan Grajagan belum menyerah. Sebagian masih tetap melaut dengan harapan musim ikan segera kembali normal dan hasil tangkapan meningkat.
Namun, tidak sedikit pula yang memilih mencari sumber pendapatan alternatif untuk menjaga kestabilan ekonomi keluarga. Berbagai pekerjaan sampingan mulai dijalani, mulai dari jasa perbaikan kapal hingga pekerjaan serabutan lainnya.
Paceklik ikan yang berkepanjangan menjadi ujian besar bagi masyarakat nelayan di Grajagan. Di tengah keterbatasan hasil tangkapan, mereka dituntut untuk lebih kreatif mencari peluang penghasilan sambil menunggu kondisi perairan kembali bersahabat.
"Di tengah minimnya hasil tangkapan, kreativitas mencari pekerjaan sampingan menjadi jalan bertahan sambil menunggu laut kembali memberikan harapan," pungkas Heru.
Editor : Arif Ardliyanto