Budaya Riset Jadi Keunggulan SMA di Surabaya, Lulusan Dinilai Lebih Siap Kuliah
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pelepasan siswa kelas XII SMA Wijaya Putra Surabaya tahun ini menghadirkan pesan berbeda. Tidak hanya merayakan kelulusan, sekolah tersebut juga menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang memiliki kemampuan riset, berpikir kritis, dan mampu memecahkan persoalan secara ilmiah.
Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang semakin kompleks, SMA Wijaya Putra telah lebih dahulu menanamkan budaya penelitian kepada peserta didiknya. Program pembelajaran berbasis riset bahkan mulai diterapkan sejak siswa menginjak bangku kelas X.
Kepala SMA Wijaya Putra Surabaya, Andri Priyono, M.Si, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang untuk membentuk pola pikir analitis sekaligus membiasakan siswa mencari solusi berdasarkan data dan fakta.
“Riset untuk siswa sudah kami terapkan mulai kelas X. Pada tahap awal, satu kelompok terdiri dari lima hingga enam siswa. Saat kelas XI dan XII, jumlah anggota diperkecil menjadi tiga siswa agar mereka lebih aktif berpikir dan terlibat dalam proses penelitian,” ujar Andri.

Melalui program tersebut, siswa diajak mengamati berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar. Mereka kemudian melakukan identifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis temuan, hingga merumuskan solusi dengan pendekatan ilmiah.
Menurut Andri, metode pembelajaran ini terbukti memberikan dampak positif terhadap kemampuan siswa dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun kehidupan sehari-hari.
“Sebagian besar penelitian yang dilakukan berkaitan dengan persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan mereka. Hasilnya sangat baik karena siswa mampu melakukan analisis dengan lebih matang dan lebih cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi,” katanya.
Keberhasilan penerapan budaya riset di SMA Wijaya Putra mendapat apresiasi dari Ketua Pembina Yayasan Insan Indonesia Mandiri, Dr. H. Budi Endarto, SH., M.Hum. Menurutnya, langkah yang dilakukan sekolah tersebut menjadi investasi penting bagi masa depan para lulusan.
Ia menilai banyak mahasiswa di perguruan tinggi masih mengalami kesulitan ketika harus menyusun penelitian maupun karya ilmiah. Karena itu, pembiasaan riset sejak tingkat SMA menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki semua siswa.
“Di perguruan tinggi, mengajak mahasiswa melakukan riset itu tidak mudah. Saya cukup terkejut karena Pak Andri sudah melangkah jauh. Saya yakin seluruh siswa yang lulus saat ini sudah siap masuk ke perguruan tinggi mana pun karena mereka sudah terbiasa dengan metode ilmiah dan penelitian,” ungkapnya.
Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, Budi Endarto juga menyoroti kemampuan organisasi para siswa yang terlihat selama rangkaian kegiatan pelepasan berlangsung.
Menurutnya, sebagian besar konsep acara hingga pelaksanaan kegiatan ditangani langsung oleh siswa. Pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran nyata dalam mengasah kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan manajerial.
“Mulai dari pembawa acara hingga pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh siswa. Mereka belajar mengorganisasi sebuah acara, bekerja sama, dan merealisasikan program bersama. Di situlah nilai-nilai organisasi diaplikasikan secara nyata,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari perwakilan wali murid, Yulianti, yang juga menjabat Kepala SMP Taman Pelajar Surabaya. Ia menilai SMA Wijaya Putra berhasil menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter dan keterampilan masa depan.
“SMA Wijaya Putra adalah paket lengkap. Sekolah ini mentransfer pola pikir kreatif kepada siswa, mengajarkan mereka menghadapi tantangan zaman, memberikan nilai moral, melatih berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, dan berani memiliki mimpi besar,” ujarnya.
Yulianti mengaku keputusan memilih SMA Wijaya Putra tidak dilakukan secara terburu-buru. Sebelum menentukan pilihan, ia bersama anaknya sempat meninjau sejumlah sekolah untuk mencari lingkungan pendidikan yang paling sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
“Saya sempat mengajak anak saya berkeliling melihat beberapa sekolah, dan akhirnya kami jatuh hati kepada SMA Wijaya Putra karena konsep pendidikannya sangat sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini,” tuturnya.
Dengan konsistensi menerapkan pembelajaran berbasis riset, SMA Wijaya Putra berharap para lulusannya tidak hanya siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga mampu menjadi generasi pemecah masalah yang menghadirkan solusi bagi masyarakat dan lingkungan di masa depan.
Editor : Arif Ardliyanto