Jelang Muktamar NU ke-35: Gus Lilur Dukung Nasaruddin Umar Jadi Ketum PBNU dan Said Aqil Rais Aam
JAKARTA, iNewsSurabaya.id - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), menyatakan dukungan terbuka kepada Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar sebagai calon Ketua Umum PBNU dan Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj sebagai Rais Aam pada Muktamar NU ke-35 pada 1-5 Agustus 2026, mendatang.
Selain mengusulkan dan mendukung kedua nama tersebut, Gus Lilur meminta seluruh peserta muktamar menjadikan forum tertinggi tersebut sebagai momentum pemurnian organisasi dan bukan ajang perebutan kekuasaan politik praktis.
"Muktamar ke-34 Lampung 2021 lalu harus jadi pelajaran," kata Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Rabu (17/6/2026).
Gus Lilur menegaskan bahwa pemimpin PBNU yang terpilih nanti harus berkomitmen mendukung keberlanjutan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional dan mencegah polarisasi di masyarakat.
Terkait figur yang didukungnya, Nasaruddin Umar yang saat ini menjabat menteri agama sekaligus imam besar Masjid Istiqlal, bersama Said Aqil Siradj selaku ulama senior, dinilai memiliki kapasitas keilmuan dan integritas untuk membawa NU ke panggung global.
"Keduanya profesor asli, ulama tulen, cendekia sejati yang bisa mengharumkan NU di panggung global. NU ini kaya tokoh, jangan sampai yang tampil justru yang itu-itu saja karena faktor politik," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengkritik munculnya figur-figur yang memanfaatkan simbol kesantrian demi legitimasi politik tanpa didukung kedalaman ilmu agama yang memadai.
Gus Lilur mengingatkan para kiai dan ulama pemilik suara di muktamar untuk menggunakan keberanian moral dalam memilih pemimpin berdasarkan kapasitas keulamaan, bukan atas dasar kalkulasi kekuasaan demi masa depan organisasi.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar