Ado Tak Pulang Lagi, Niat Menolong Saat Konvoi HUT Persebaya Justru Jadi Korban Pembacokan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Persebaya Surabaya yang semestinya menjadi momen penuh sukacita berubah menjadi duka mendalam bagi sebuah keluarga di Sidoarjo. Seorang pelajar berusia 16 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan saat mencoba melerai keributan yang terjadi di tengah konvoi suporter.
Korban diketahui berinisial GAD (16), akrab disapa Ado, warga Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Remaja yang masih duduk di bangku kelas XI SMA Dharma Wanita Sepanjang itu mengembuskan napas terakhir setelah mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam.
Di mata keluarga, Ado dikenal sebagai sosok yang ceria, humoris, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap orang lain. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang selama ini mengenalnya sebagai anak yang selalu membawa kebahagiaan.
Kakak korban, Ellen, mengaku sangat kehilangan sosok adiknya yang dikenal mudah bergaul dan selalu mencairkan suasana di rumah.
"Dia anaknya lucu. Kita sayang banget sama dia karena lucu. Cuma anak-anak SMA sewajarnya. Kalau pulang malam biasanya dicariin orang tua," ujar Ellen dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di RS Bhayangkara Surabaya, Kamis (18/6/2026).
Meski dikenal sebagai pendukung Persebaya, menurut keluarga, Ado bukan tipe suporter yang rutin mengikuti konvoi atau turun ke jalan saat perayaan. HUT ke-99 Persebaya menjadi pengalaman pertamanya ikut merayakan momen tersebut bersama ribuan Bonek.
"Iya senang Persebaya. Tapi biasanya nggak ikut konvoi," kata Ellen.
Kakak korban lainnya, Sonya Cantika, menjelaskan bahwa pada Rabu malam (17/6/2026), Ado berangkat bersama kakaknya yang berinisial D untuk mengikuti perayaan ulang tahun klub kebanggaan Kota Pahlawan tersebut.
Namun suasana perayaan berubah mencekam ketika terjadi keributan di kawasan Jalan Sumatera, Surabaya. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Ado melihat seseorang terjatuh dari sepeda motor dan berusaha membantu sekaligus melerai pertikaian yang terjadi.
Niat baik tersebut justru berakhir tragis. Diduga pelaku keributan membawa senjata tajam dan menyerang korban.
"Kurang tahu detailnya, cuma katanya ada yang bikin onar lalu jatuh. Adik saya niatnya melerai, membela, tapi malah yang bikin onar itu bawa senjata tajam, terus adik saya yang kena," tutur Sonya.
Akibat serangan tersebut, Ado mengalami luka bacok serius dan sempat mendapatkan perawatan medis di RS Ubaya Surabaya. Namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis dini hari (18/6/2026).
"Sempat dirawat di RS Ubaya. Saya kurang tahu persis lukanya, sepertinya di tangan karena keluar banyak darah," ujarnya.
Tak hanya Ado, seorang rekannya berinisial B juga menjadi korban dalam insiden tersebut. Hingga kini korban masih menjalani perawatan intensif karena mengalami luka serius di bagian punggung.
Keluarga berharap kasus yang merenggut nyawa Ado segera terungkap. Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan mengungkap motif di balik aksi pembacokan yang terjadi di tengah perayaan HUT ke-99 Persebaya tersebut.
Kepergian Ado menjadi pengingat bahwa tindakan kepedulian dan keberanian untuk menolong sesama terkadang harus dibayar mahal. Kini, keluarga hanya bisa mengenang sosok remaja yang dikenal penuh tawa dan selalu berusaha membantu orang lain.
Editor: Arif Ardliyanto