get app
inews
Aa Text
Read Next : Kendaraan Komersial dan EV Dongkrak Penjualan Mobil di Jatim

Mahalini hingga Nadin Amizah Meriahkan Tanjung Perak Jazz 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:38 WIB
header img
Festival Tanjung Perak Jazz 2026 mengusung tagline “Jazz’no Suroboyo”. (Foto : ist)

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Festival Tanjung Perak Jazz 2026 kembali hadir dengan konsep yang lebih besar dan meriah. Mengusung tagline “Jazz’no Suroboyo”, ajang musik tahunan ini  menghadirkan deretan musisi papan atas Tanah Air.

CEO Tanjung Perak Jazz sekaligus anggota DPR RI, Indah Kurnia, mengungkapkan bahwa festival tersebut berawal dari komunitas kecil pecinta jazz di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. 

Pada masa awal penyelenggaraannya, acara hanya menjadi ruang berkumpul dan jamming para musisi tanpa orientasi komersial. Saat itu, jumlah penonton dibatasi sekitar 800 orang karena keterbatasan lokasi.

“Nama Tanjung Perak Jazz lahir karena sejak awal kami ingin menghadirkan sebuah acara yang dekat dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Dulu sifatnya sangat intim, hanya untuk berkumpul dan bermusik bersama. Kami bahkan tidak berpikir soal komersial,” ujar Indah, Minggu (21/6/2026).

Seiring waktu, festival ini terus berkembang. Tanjung Perak Jazz sempat digelar di atas Kapal Dewaruci berkat dukungan Koarmada II. Namun, karena berada di kawasan militer dengan akses yang terbatas, masyarakat umum tidak leluasa menikmati pertunjukan.

Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, festival kemudian dipindahkan ke Museum Pusat TNI AL dengan kapasitas sekitar 2.000 penonton. Selain menyuguhkan pertunjukan musik, penyelenggara juga mengusung misi edukasi dengan memperkenalkan museum kepada pelajar dan tamu dari berbagai konsulat asing.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Tanjung Perak Jazz kembali meningkatkan skala acara dengan memilih Surabaya Expo Center sebagai lokasi festival. Menurut Indah, venue tersebut dipilih karena memiliki kapasitas yang lebih besar.

“Kami ingin memperkenalkan komunitas jazz Surabaya kepada masyarakat yang lebih luas. Festival ini diharapkan memberikan efek domino terhadap perekonomian daerah,” katanya.

Sementara itu, Promotor Tanjung Perak Jazz 2026, Sinyo Devara, menegaskan, penyelenggaraan tahun ini membawa semangat baru untuk menjadikan Tanjung Perak Jazz sebagai festival musik khas Surabaya yang memiliki identitas kuat.

“Tanjung Perak Jazz harus memiliki tempat di hati masyarakat Surabaya dan menjadi salah satu ikon kota,” ujarnya 

Tahun ini pihaknya menghadirkan sejumlah musisi papan atas seperti Mahalini, Sal Priadi, HIVI!, Fiersa Besari, Nadin Amizah, dan sejumlah nama besar lainnya.

Sinyo juga menjelaskan filosofi logo Tanjung Perak Jazz yang menampilkan ikon Suro dan Boyo. Salah satu maskot festival, seekor buaya bernama Cak Crocs, didesain dengan karakter gemuk, ramah, dan jenaka sebagai representasi semangat khas Arek Suroboyo.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut