Kelola Limbah Terintegrasi, Perusahaan di Lamongan Dorong Praktik Ramah Lingkungan
LAMONGAN, iNewsSurabaya.id – PT Dowa Eco System Indonesia (DESI), perusahaan penyedia layanan pengelolaan limbah terintegrasi yang beroperasi di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, meraih peringkat Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2024–2025.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1581 Tahun 2026 tentang Hasil Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2024–2025.
Sertifikat PROPER diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim kepada General Manager DESI, Masaru Tomoguchi, dalam acara Penyerahan Sertifikat PROPER Periode 2024–2025 yang digelar di Ruang Rapat Adipura, DLH Provinsi Jatim, Rabu (24/6/2026).
Capaian ini menjadi pencapaian penting bagi DESI karena merupakan keikutsertaan pertama perusahaan dalam program PROPER sejak mulai beroperasi pada 2023. Pada partisipasi perdananya, perusahaan langsung memperoleh peringkat Biru. Ini menunjukkan kepatuhan terhadap seluruh persyaratan pengelolaan lingkungan hidup yang ditetapkan pemerintah.
Peringkat Biru dalam PROPER diberikan kepada perusahaan yang dinilai telah memenuhi seluruh aspek ketaatan lingkungan sesuai regulasi yang berlaku. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek.
Mulai dari dokumen lingkungan, pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), pengelolaan limbah non-B3, hingga penanganan sampah.
Safety, Health, Environment, and Quality (SHEQ) Manager DESI, Fauzan Rofiq, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menerapkan standar pengelolaan lingkungan yang ketat.
“Bagi kami, kepatuhan terhadap regulasi bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi telah menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari," ujar Fauzan.
Menurutnya, hasil penilaian tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus mempertahankan kepatuhan lingkungan sekaligus mengembangkan inovasi yang mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Editor : Arif Ardliyanto