Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ingin Berburu Emas Murah, Lelang di Surabaya Tawarkan Perhiasan di Bawah Harga Pasar, Cek Waktunya
Advertisement . Scroll to see content

Bisnis Emas Tumbuh di Jatim, Pegadaian Catat Kelolaan 153 Ton dan Laba Tembus Rp5,51 Triliun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:03 WIB
  • author Trisna Eka Adhitya
Bisnis Emas Tumbuh di Jatim, Pegadaian Catat Kelolaan 153 Ton dan Laba Tembus Rp5,51 Triliun
Bisnis emas Pegadaian terus tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi. Kelolaan emas mencapai 153 ton, laba naik 83 persen, dan transaksi emas digital terus meningkat. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

Untuk memperluas edukasi keuangan, Pegadaian aktif menggelar berbagai program literasi melalui kampus, konser musik, hingga kolaborasi bersama ekosistem ultra mikro yang melibatkan BRI dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan tabungan emas paling tinggi di Indonesia.

Saat ini terdapat 707.675 nasabah tabungan emas yang berasal dari provinsi tersebut, menempatkan Jawa Timur di peringkat ketiga nasional berdasarkan jumlah nasabah.

"Jawa Timur berada di peringkat ketiga nasional dari sisi jumlah nasabah tabungan emas. Ini menunjukkan awareness masyarakat terhadap investasi emas cukup tinggi," ujar Riana.

Lonjakan harga emas ternyata tidak hanya mendorong pembelian, tetapi juga meningkatkan transaksi penjualan kembali (buyback).

Pada awal Juni 2026, rata-rata transaksi pembelian emas berada di kisaran 39.000 hingga 47.000 transaksi per hari. Sementara transaksi buyback tercatat mencapai 41.000 hingga 45.000 transaksi setiap hari.

Menurut Riana, kondisi tersebut mencerminkan masyarakat semakin memahami strategi investasi emas, baik untuk menambah kepemilikan maupun merealisasikan keuntungan ketika harga sedang tinggi.

Tak hanya bisnis emas yang melesat, kinerja keuangan Pegadaian juga mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Hingga Mei 2026, laba bersih perusahaan mencapai Rp5,51 triliun, meningkat 83,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara Outstanding Loan (OSL) atau penyaluran pembiayaan mencapai Rp155,8 triliun, tumbuh 56,13 persen secara tahunan. Adapun total aset perusahaan kini mencapai Rp186,68 triliun.

"Kinerja perusahaan terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan dan investasi emas," kata Riana.

Menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan investasi emas digital, Pegadaian memastikan seluruh transaksi tabungan emas memiliki underlying asset berupa emas fisik yang telah tersedia di fasilitas penyimpanan perusahaan.

Riana menjelaskan, fasilitas penyimpanan emas Pegadaian telah memenuhi standar internasional dan diawasi secara berkala oleh regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Setiap gram emas yang ditransaksikan nasabah memiliki emas fisik yang tersedia. Sistemnya bukan membeli dulu baru menyediakan stok, tetapi stok emas sudah tersedia terlebih dahulu," tegasnya.

Melihat tren yang terus meningkat, Pegadaian optimistis investasi emas masih akan menjadi pilihan utama masyarakat sebagai instrumen perlindungan aset sekaligus bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut