Jalan Radial Road Lontar Resmi Dibuka, Rekayasa Satu Arah Siap Akhiri Kemacetan Surabaya Barat
Selama ini, Jalan Raya Lontar dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di Surabaya Barat karena lebar jalan yang terbatas, sementara volume kendaraan terus meningkat.
Dengan beroperasinya Jalan Radial Road Lontar, arus kendaraan akan terbagi sehingga kepadatan lalu lintas dapat dikurangi secara signifikan.
"Selama ini Jalan Lontar sempit tetapi digunakan dua arah. Dengan adanya jalan baru ini, arus kendaraan akan dipecah sehingga kemacetan bisa berkurang. Insyaallah pekan depan sistem ini sudah berjalan sepenuhnya," jelas Eri.
Ia optimistis setelah rekayasa lalu lintas diterapkan secara penuh, kendaraan dari kawasan Pakuwon Trade Centre (PTC) menuju Citraland maupun sebaliknya tidak lagi menumpuk di Jalan Raya Lontar.
"Kalau arus kendaraan sudah terbagi, kemacetan panjang di kawasan Lontar bisa diatasi," tambahnya.
Selain mengatasi persoalan lalu lintas, keberadaan Jalan Radial Road Lontar juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi dan investasi di kawasan tersebut.
Eri menilai akses jalan baru akan meningkatkan nilai kawasan yang kini berkembang menjadi pusat jasa dan perdagangan.
"Keberadaan jalan ini akan meningkatkan nilai kawasan. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga akan menyesuaikan karena wilayah tersebut berkembang menjadi kawasan jasa dan perdagangan, bukan lagi sekadar permukiman," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DSDABM Kota Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa pembukaan Jalan Radial Road Lontar masih dalam tahap uji coba rekayasa lalu lintas yang dijadwalkan berlangsung selama dua pekan.
Pada masa uji coba, kendaraan dari arah timur menuju barat akan melintas melalui Jalan Radial Road. Sedangkan kendaraan dari arah barat menuju timur tetap menggunakan Jalan Raya Lontar.
"Ini merupakan bagian dari evaluasi sistem satu arah. Kendaraan dari timur ke barat menggunakan Jalan Radial Road, sedangkan dari barat ke timur tetap melalui Jalan Lontar," terang Hidayat.
Ia menambahkan, hasil evaluasi selama masa uji coba akan menjadi dasar sebelum rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan secara permanen.
"Kurang lebih satu hingga dua pekan akan kita evaluasi. Jika berjalan baik tanpa kendala berarti, maka sistem ini akan segera diresmikan sebagai pola lalu lintas permanen," pungkasnya.
Editor: Arif Ardliyanto