Modal Rp100 Miliar Mengalir ke Pertanian, Akses Kredit ke Petani dan UMKM Jadi Prioritas
Untuk program MBG, penjaminan telah direalisasikan melalui kerja sama dengan Bank Jatim serta sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Salah satu implementasinya telah berjalan di BPR Jombang, di mana kredit bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah memperoleh jaminan dari Jamkrida Jatim.
"Terkait MBG, kami sudah melakukan beberapa penjaminan melalui BPR maupun Bank Jatim. Di BPR Jombang program tersebut sudah terealisasi," jelasnya.
Sementara itu, terkait Koperasi Desa Merah Putih, Jamkrida Jatim masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat mengenai mekanisme penjaminan yang akan diterapkan. Berdasarkan informasi awal, pembiayaan koperasi akan melibatkan bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sedangkan pengembaliannya direncanakan bersumber dari Dana Desa.
Untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat, Jamkrida Jatim juga terus memperkuat kemitraan dengan lembaga keuangan. Saat ini perusahaan telah bekerja sama dengan 25 BPR milik pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur, di antaranya BPR Sumenep, BPR Delta Arta Sidoarjo, dan BPR Anjuk Ladang Nganjuk, serta sejumlah BPR swasta.
Di tingkat nasional, Jamkrida Jatim telah menjalin kerja sama dengan BRI untuk layanan Bank Garansi. Sementara kolaborasi dengan Bank Mandiri kini memasuki tahap penyelarasan data sebelum diimplementasikan secara penuh.
Untung berharap perluasan kerja sama tersebut mampu memperbesar akses pembiayaan bagi sektor pertanian, UMKM, dan berbagai sektor produktif lainnya sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sekaligus menyukseskan program-program strategis pemerintah.
"Kami terus memperluas kolaborasi agar semakin banyak sektor usaha memperoleh jaminan pembiayaan. Dengan begitu, peran Jamkrida Jatim akan semakin besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto