Bukan Sekadar Konten, Mahasiswa Ini Bongkar Strategi Branding Digital Berkonsep Old Money
Pemilihan talent pun menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Tim menunjuk talent yang dinilai mampu merepresentasikan karakter Gen Z percaya diri, komunikatif, dan mudah mengikuti perkembangan tren digital.
Di balik setiap unggahan, tim menerapkan proses verifikasi informasi sebelum dipublikasikan. Langkah itu dilakukan agar setiap konten yang diproduksi tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyampaikan informasi yang akurat.
"Kita selalu melakukan double check terhadap setiap informasi yang diterima. Setelah dipastikan benar, baru kita sampaikan ke orang lain dengan bahasa yang lebih sederhana supaya mudah dipahami dan tidak menimbulkan kesalahpahaman," jelas Jalil.
Perjalanan mengikuti YACA juga menghadirkan tantangan yang tidak sedikit. Sebagai PIC, Jalil mengaku harus menghadapi kritik terhadap video profil tim sekaligus menjaga semangat seluruh anggota agar tetap fokus menyelesaikan kompetisi.
"Jujur, capek banget, apalagi sebagai PIC harus menyatukan banyak kepala dengan pendapat yang berbeda-beda. Kita juga sempat mendapat kritik karena video profil. Tapi dari situ kita saling menguatkan, langsung konsultasi dengan dosen, dan berusaha memperbaiki keadaan supaya tetap terkendali," tuturnya.
Bagi Jalil, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang tidak diperoleh di ruang kuliah. Selain mengasah kreativitas dalam membangun branding digital, YACA juga mengajarkan pentingnya komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama di tengah perbedaan karakter setiap anggota tim.
"Lomba ini benar-benar melatih kerja sama. Kita belajar menyatukan banyak pendapat, membagi tugas, menyelesaikan masalah bersama, dan jadi tahu siapa yang benar-benar bisa diandalkan saat bekerja dalam tim," pungkasnya.
Praktikum YACA 2026 yang digelar di Java Paragon Hotel & Residences Surabaya pada 27 Juni 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya untuk menerapkan teori yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam praktik. Bagi Jalil dan timnya, kompetisi tersebut bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga tentang memahami bagaimana sebuah strategi komunikasi dibangun melalui kolaborasi, kreativitas, dan konsistensi.
Penulis
Muhammad Romadhani (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya)
Editor : Arif Ardliyanto