Unesa Tembus Asia Tengah, Buka Jalur Double Degree S3, Lulus Langsung Kantongi Dua Gelar Doktor
Menurut Haris, hubungan antara Unesa dan UzSWLU sebenarnya telah terjalin cukup lama melalui berbagai program akademik. Penandatanganan MoA menjadi tonggak baru untuk memperluas ruang kolaborasi yang lebih strategis.
"UzSWLU merupakan salah satu universitas terbaik di Uzbekistan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan bahasa asing, linguistik, sastra, penerjemahan, serta komunikasi lintas budaya," katanya.
Sebelumnya, kedua institusi telah bekerja sama dalam pengembangan labschool, pertukaran dosen, hingga pertukaran mahasiswa. Kesamaan visi dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan global menjadi modal penting untuk mempererat kemitraan tersebut.
Ke depan, kerja sama tidak hanya berhenti pada program double degree. Unesa dan UzSWLU juga menargetkan pengembangan berbagai program akademik lainnya, mulai dari penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah internasional, penyelenggaraan konferensi bersama, joint supervision, hingga penyusunan kurikulum berstandar internasional.
"Ke depan, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat mengintensifkan kolaborasi melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, joint conference, joint supervision, hingga pengembangan kurikulum internasional, khususnya pada bidang kebahasaan dan studi lintas budaya," jelas Haris.
Sementara itu, Rektor UzSWLU, Prof. Dr. Ilhomjon Madaminovich Tukhtasinov, mengaku memiliki ketertarikan besar terhadap budaya Indonesia. Menurutnya, kemitraan dengan Unesa memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan.
Ia optimistis Program Double Degree S3 yang dimulai tahun ini akan menjadi pintu masuk lahirnya berbagai kerja sama akademik baru di masa mendatang.
"Selain di bidang kebahasaan, kami berharap Unesa dapat mengirimkan dua dosen spesialis cabang olahraga pencak silat untuk mengajar di UzSWLU," ungkapnya.
Usulan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia di Uzbekistan. Selain memperkuat hubungan akademik, kolaborasi ini juga diharapkan menjadi jembatan diplomasi budaya yang semakin mempererat hubungan kedua negara.
Editor : Arif Ardliyanto