AI Bisa Bikin Desain dalam Hitungan Menit, Pelaku UMKM dan Industri Kreatif Belajar di Surabaya
Menurut Daud, Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai pusat industri dan perdagangan nasional. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mempercepat perkembangan sektor percetakan, kemasan, periklanan, hingga ekonomi kreatif yang kini semakin membutuhkan dukungan teknologi digital.
Selain membahas AI, penyelenggara juga menggelar seminar bertajuk "Strategi UMKM Naik Kelas Melalui Bisnis Kreatif & Kemasan Produk." Seminar ini mengupas pentingnya inovasi produk, penguatan identitas merek (branding), serta desain kemasan sebagai strategi meningkatkan daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif.
Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa kemasan tidak lagi sekadar melindungi produk, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun citra merek, menarik perhatian konsumen, sekaligus meningkatkan nilai jual.
Daud menegaskan pihaknya ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan pelaku industri dengan teknologi terkini sehingga tercipta peluang bisnis baru yang lebih luas.
"Melalui pameran ini, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi terkini, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang kemitraan dan pasar baru yang dapat mendukung transformasi industri grafika menuju era digital yang lebih inovatif, efisien, dan berkelanjutan," katanya.
Surabaya Printing Expo 2026 diikuti lebih dari 150 peserta pameran yang menampilkan beragam inovasi di bidang percetakan, mulai dari digital printing, offset printing, 3D printing, UV printing, hingga sistem percetakan berbasis web. Selain menjadi ajang pameran teknologi, kegiatan ini juga difokuskan pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui seminar dan workshop yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, termasuk pemanfaatan AI sebagai pendukung kreativitas dan pengembangan bisnis.
Editor: Arif Ardliyanto