Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ganti Kepala Sekolah, SMAN 2 Taruna Jatim Bidik Lulusan Bermental Pemimpin
Advertisement . Scroll to see content

Fantastis! 300 Ribu Siswa Baru Jatim Serentak Ikrar Perang Lawan Korupsi, Rekor MURI Pecah

Selasa, 14 Juli 2026 | 05:50 WIB
  • author Saipul Yudi
Fantastis! 300 Ribu Siswa Baru Jatim Serentak Ikrar Perang Lawan Korupsi, Rekor MURI Pecah
Sebanyak 300 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur mengikrarkan perang melawan korupsi saat MPLS 2026. Dindik Jatim sekaligus mencetak Rekor MURI penyuluhan antikorupsi digital dengan peserta terbanyak. Foto iNewsSurabaya.id/saipul

Aries menjelaskan, program penguatan integritas tersebut diikuti sekitar 300 ribu peserta didik yang tersebar di 4.060 SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur. Materi tidak hanya disampaikan oleh Sekjen KPK, tetapi juga melibatkan Penyuluh Antikorupsi (PAK) Jawa Timur dan para guru yang telah mendapatkan pelatihan khusus mengenai pendidikan antikorupsi.

Dalam kesempatan itu, Aries juga memimpin pembacaan Deklarasi Gema Integritas. Deklarasi tersebut berisi komitmen seluruh insan pendidikan Jawa Timur untuk menjunjung tinggi kejujuran, menolak segala bentuk kecurangan, membangun budaya integritas sebagai fondasi pendidikan berkarakter, serta memperkuat semangat saling menghargai, bekerja sama, dan melayani demi terciptanya pendidikan yang berkualitas.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa mengapresiasi langkah Dindik Jatim yang memasukkan pendidikan antikorupsi ke dalam rangkaian MPLS.

"Kami menyambut baik penyuluhan antikorupsi di Jawa Timur untuk menumbuhkan kejujuran dan membentuk sikap tanggung jawab siswa sejak jenjang SMA, SMK, dan SLB," ujarnya.

Cahya menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu strategi utama KPK dalam mencetak generasi yang jujur, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, adil, peduli, sederhana, berani, dan pekerja keras.

Ia mengingatkan, integritas tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui kebiasaan sehari-hari, mulai dari datang tepat waktu, menjaga amanah, tidak menyontek saat ujian, berani mengakui kesalahan, hingga merawat fasilitas sekolah.

"Korupsi tidak dimulai ketika seseorang menjadi pegawai, tetapi ketika seseorang mulai terbiasa melakukan perilaku yang tidak jujur. Keberhasilan yang dibangun dengan kejujuran mungkin membutuhkan waktu lebih lama, tetapi akan membawa keberkahan," pesan Cahya di hadapan ratusan ribu peserta MPLS.

Melalui penyuluhan antikorupsi yang melibatkan ratusan ribu siswa sekaligus memecahkan Rekor MURI, Dindik Jawa Timur berharap nilai-nilai kejujuran dan integritas dapat menjadi karakter dasar yang terus melekat pada para peserta didik hingga memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut