Fantastis! 300 Ribu Siswa Baru Jatim Serentak Ikrar Perang Lawan Korupsi, Rekor MURI Pecah
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Maraknya kasus korupsi yang menjerat pejabat hingga aparat penegak hukum menjadi alarm bagi dunia pendidikan. Momentum itulah yang dimanfaatkan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur untuk menanamkan nilai integritas kepada generasi muda sejak hari pertama masuk sekolah.
Sebanyak 300 ribu siswa baru jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur secara serentak mengikrarkan komitmen memerangi korupsi dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan tersebut sekaligus mengantarkan Dindik Jatim meraih Rekor MURI untuk kategori Penyuluhan Antikorupsi Digital dengan Jumlah Peserta Terbanyak bernomor 12806/R.MURI/VII/2026.
Pembukaan MPLS nasional dipusatkan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, dipimpin langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Acara juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim Imam Hidayat, Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai, serta diikuti secara daring oleh Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa.
Piagam Rekor MURI diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Imam Hidayat bersama Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai.
Aries menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bukti keseriusan Jawa Timur membangun budaya pendidikan yang berlandaskan kejujuran dan integritas.
"Ini merupakan inisiasi bagi kami untuk mewujudkan pendidikan berintegritas. Pendidikan kejujuran harus dimulai dari lingkungan sekolah, bahkan dari hal-hal yang paling sederhana," ujar Aries.
Menurutnya, hari pertama MPLS menjadi momentum strategis untuk menanamkan pemahaman kepada siswa bahwa korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan karakter seseorang.
"Korupsi mencederai prinsip-prinsip integritas. Karena itu, sejak hari pertama MPLS kami mengenalkan nilai kejujuran kepada para murid. Seluruh peserta juga mendapat penguatan langsung dari Sekjen KPK yang disiarkan secara daring ke seluruh Indonesia," katanya.
Editor: Arif Ardliyanto