get app
inews
Aa Text
Read Next : MUI Jatim Bidik Ruang Digital, Siapkan Dakwah Khusus Tangani Isu Kesehatan Mental

Saat Khofifah Jatuh Hati pada Renyahnya Salak Madu Hasil Budidaya Sembilan Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:56 WIB
header img
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memanen salak madu di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. (Foto : istimewa).

​MALANG, iNewsSurabaya.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengunjungi perkebunan sekaligus memanen salak madu di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Senin (13/7/2026).

​Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Bupati Malang H. Sanusi meninjau langsung kebun salak madu milik Sukatmiani yang telah dibudidayakan selama sembilan tahun. 

Khofifah berdialog dengan pemilik kebun mengenai proses budidaya, produktivitas, hingga peluang pengembangan komoditas hortikultura yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan tersebut.

​Tak hanya meninjau, Khofifah juga memetik langsung salak dari pohonnya. Kemudian mencicipi buah yang dikenal memiliki cita rasa manis dengan tekstur renyah itu.

​Khofifah mengapresiasi produktivitas kebun tersebut. Dalam kondisi normal, kebun dengan 450 pohon salak ini mampu menghasilkan sekitar 40–60 kilogram salak setiap pekan. Frekuensi panen mencapai dua kali seminggu. 

Saat musim panen raya pada Agustus hingga September, produksinya dapat meningkat hingga sekitar satu kuintal. Ini seiring permintaan pasar yang terus bertambah. Termasuk dari wilayah sekitar seperti Kecamatan Ngantang.

​Menurut Khofifah, keberhasilan petani mengembangkan salak madu membuktikan bahwa komoditas hortikultura lokal memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan.

​"Salak madu Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon ini area tanamnya masih terbatas. Dengan kualitasnya yang premium, saat ini bahkan sebelum panen pun sudah banyak yang memesan (indent)," ujar Khofifah.

​Khofifah menambahkan, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bersama Bupati Malang, Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Camat Kasembon, dan Kepala Desa Wonoagung tengah mendiskusikan upaya perluasan area tanam salak madu tersebut. Langkah ini diambil mengingat pasarnya yang cukup potensial dengan harga komersial yang baik.

​Lebih lanjut, Khofifah menilai salak madu Desa Wonoagung memiliki karakteristik yang khas dengan rasa manis, tekstur renyah, dan kualitas buah yang baik. Karakteristik ini membuatnya berpotensi menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. 

Ia berharap keberhasilan para petani di desa ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pertanian berbasis potensi lokal yang bernilai ekonomi tinggi. ​"Komoditas lokal seperti salak madu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan," tegasnya.

​Sementara itu, pemilik kebun salak madu, Sukatmiani menceritakan bahwa, ia memperoleh pengetahuan budidaya salak setelah mempelajari langsung teknik penanaman dan perawatan di kawasan lereng Gunung Merapi. Ia kemudian membawa bibit dari Desa Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk dikembangkan di Desa Wonoagung.

​"Saya melihat langsung bagaimana cara menanam dan merawat salak di Merapi. Kemudian saat pulang, saya membawa bibitnya dari Desa Turi, Jogjakarta, lalu saya tanam di sini," kenangnya.

​Sebagai informasi, Desa Wonoagung memiliki karakteristik tanah hitam yang sangat subur, sehingga sangat cocok untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura. Selain salak madu, desa ini juga dikenal sebagai salah satu sentra produksi durian, manggis, dan jeruk yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Malang. 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut