PLN Bakal Bangun 2 PLTS Raksasa di Jatim, Emil Klaim Pasokan Listrik untuk Industri Makin Aman
Dalam paparannya, Emil menjelaskan terdapat dua fokus utama yang harus dilakukan industri manufaktur untuk menghadapi tantangan global.
Pertama, beralih menggunakan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Kedua, meningkatkan efisiensi energi melalui teknologi sehingga konsumsi listrik dapat ditekan tanpa mengurangi kapasitas produksi.
Langkah tersebut dinilai penting agar industri tetap kompetitif sekaligus mampu menekan emisi karbon.
Sebagai solusi yang dapat segera diterapkan, Emil mendorong pelaku industri maupun pemerintah menerapkan strategi quick wins atau langkah cepat yang memberikan dampak nyata.
Beberapa program yang telah berjalan di antaranya pemanfaatan tenaga surya untuk Penerangan Jalan Umum (PJU), pemasangan rooftop solar panel di berbagai sektor, hingga rencana pengembangan floating solar panel di kawasan bendungan.
Menurutnya, pembangunan dua PLTS berkapasitas masing-masing 100 MW oleh PLN akan menjadi penguat infrastruktur energi bersih di Jawa Timur.
Emil menilai, penerapan energi hijau kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi perusahaan yang ingin bersaing di pasar internasional.
Perusahaan, kata dia, kini dituntut memiliki laporan keberlanjutan (sustainability report) yang menunjukkan komitmen terhadap pengurangan emisi dan penggunaan energi ramah lingkungan.
"Kalau di laporan sustainability tidak ada upaya untuk menghijaukan bauran energinya dan metode produksinya, maka dia akan kalah bersaing dengan mereka yang sudah punya langkah konkret," tegasnya.
Pameran Manufacturing Surabaya 2026 juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi internasional. Salah satunya melalui kehadiran Japan External Trade Organization (JETRO) yang membuka peluang kerja sama antara pelaku industri Indonesia dan Jepang.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat manufaktur nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan industri berkelanjutan.
Editor: Arif Ardliyanto