Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BGN Hentikan Sementara SPPG Kalitengah, Usai Ratusan Santri Diduga Keracunan
Advertisement . Scroll to see content

Demi Sang Ibu, Ridwan Tekuni Budidaya Buah Tin hingga Tembus Pasar Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:43 WIB
  • author Andika
Demi Sang Ibu, Ridwan Tekuni Budidaya Buah Tin hingga Tembus Pasar Nasional
Awalnya mencari aanaman herbal, kini Ridwan sukses budidaya buah tin. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kepedulian terhadap kesehatan sang ibu menjadi titik awal perjalanan Ridwan menekuni budidaya buah tin. 

Berawal dari mencari tanaman herbal, ia kini berhasil mengembangkan usaha budidaya buah tin dan tanaman hias monstera. Bahkan pemasarannya telah menjangkau hampir seluruh Indonesia.

Ridwan menuturkan, ketertarikannya pada buah tin muncul saat mencari tanaman yang diyakini memiliki manfaat kesehatan bagi ibunya. Dari situ, ia melihat peluang untuk membudidayakan tanaman tersebut secara serius. Kini usaha yang ia geluti makin berkembang.

"Awalnya saya mencari tanaman herbal untuk ibu saya yang memiliki tekanan darah tinggi. Dari situ saya mulai mengenal buah tin dan akhirnya tertarik untuk membudidayakannya," ujar Ridwan, Kamis (16/7/2026).

Menurut Ridwan, banyak konsumennya membeli buah maupun daun tin sebagai bagian dari pola hidup sehat. Sebagian diantaranya mengonsumsi buah tin. Biasanya buah ini dikonsumsi setelah menjalani operasi atau sebagai pendamping pengobatan penyakit tertentu. 

Namun, ia menegaskan bahwa buah tin bukan pengganti pengobatan medis. Penggunaannya juga tetap harus mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

Selain membudidayakan buah tin, Ridwan juga mengembangkan usaha tanaman hias monstera. Menurutnya, kedua komoditas tersebut memiliki prospek pasar yang baik. Ia pun mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian modern.

"Mulailah dulu menanam. Setelah itu lakukan inovasi dengan teknologi, seperti penyiraman otomatis, pemupukan otomatis, hingga sistem yang bisa dikontrol melalui ponsel," katanya.

Dalam hal pemasaran, Surabaya masih menjadi pasar terbesar. Selain masyarakat umum, banyak mahasiswa dan pelajar datang untuk belajar budidaya maupun melakukan penelitian. Sementara dari luar daerah, permintaan cukup tinggi berasal dari Jakarta dan berbagai kota lainnya.

Ridwan mengatakan tanaman hasil budidayanya kini telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. "Kami sudah pernah mengirim tanaman ke berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Sulawesi. Hampir seluruh Indonesia sudah terjangkau," ungkapnya.

Ia mengakui budidaya buah tin memiliki tantangan tersendiri karena tanaman tersebut bukan tanaman endemik Indonesia. Tanaman yang berasal dari kawasan Timur Tengah itu lebih cocok di iklim panas. Sehingga saat musim hujan lebih rentan terserang busuk akar maupun karat daun.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Ridwan menerapkan sistem budidaya menggunakan greenhouse. Metode ini membuat tanaman lebih terlindungi dari hama dan cuaca ekstrem.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut